Tutup
Regulasi

Saham Teknologi Rebound, Wall Street Menguat Jelang Libur Natal

276
×

Saham Teknologi Rebound, Wall Street Menguat Jelang Libur Natal

Sebarkan artikel ini

New York – Bursa saham Amerika Serikat memulai pekan perdagangan singkat menjelang libur Natal dengan torehan positif pada Senin (22/12). Kenaikan ini didorong oleh bangkitnya saham-saham teknologi setelah sempat tertekan pada pekan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 0,45%. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,58%, dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,59%.

Investor kini menanti rilis sejumlah data ekonomi penting pada pekan ini. Data-data tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter dan kondisi perekonomian AS.

Secara historis, bulan Desember dikenal sebagai periode yang kuat bagi pasar saham. Fenomena “Santa Claus rally” menunjukkan kenaikan rata-rata indeks S&P 500 sebesar 1,3% selama lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun dan dua hari perdagangan pertama di Januari.

Optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI), ketahanan ekonomi AS, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter mendorong tiga indeks utama untuk mencatatkan kenaikan selama tiga tahun berturut-turut. S&P 500 sendiri telah naik lebih dari 15% sepanjang tahun ini.

Volume perdagangan diperkirakan akan relatif tipis pada pekan ini. Bursa saham AS akan tutup lebih awal pada hari Rabu dan libur penuh pada hari Kamis untuk perayaan Natal.

Meskipun demikian, sejumlah data ekonomi penting akan dirilis, termasuk data produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga, data kepercayaan konsumen Desember, dan klaim mingguan pengangguran.

Data-data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve).

Data pekan lalu menunjukkan inflasi konsumen AS hingga November meningkat lebih rendah dari perkiraan, memperkuat harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun depan.

Di luar sektor teknologi, saham Warner Bros Discovery naik 3,9%. Hal ini terjadi setelah pendiri Oracle, Larry Ellison, setuju memberikan jaminan pribadi sebesar US$40,4 miliar untuk mendukung pembiayaan ekuitas dalam tawaran Paramount Skydance untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Saham Paramount juga naik 2,7%.

Saham-saham perusahaan tambang logam mulia yang tercatat di AS juga melonjak seiring harga emas menembus level US$4.400 per ons untuk pertama kalinya dan perak mencapai rekor tertinggi. Hal ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS serta meningkatnya permintaan aset aman.

Sementara itu, saham Clearwater Analytics Holdings melonjak 8,4% setelah konsorsium perusahaan ekuitas swasta yang dipimpin oleh Permira dan Warburg Pincus mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan perangkat lunak investasi dan akuntansi tersebut dengan nilai sekitar US$8,4 miliar, termasuk utang.

Di sisi lain, saham Honeywell turun 1% setelah konglomerat industri tersebut menyatakan akan mencatatkan beban satu kali sekitar US$470 juta pada kuartal keempat.