Jakarta – Pekerja di Singapura bisa bernapas lega. Prospek kenaikan gaji di negara tersebut diprediksi tetap cerah hingga dua tahun ke depan.
Laporan dari PERSOL memperkirakan pertumbuhan gaji rata-rata di berbagai sektor akan berada di kisaran 3 hingga 5 persen sepanjang tahun 2025-2026.
Namun, besaran kenaikan gaji ini sangat bergantung pada sektor industri dan keahlian yang dibutuhkan.
Digitalisasi, otomatisasi, dan perubahan preferensi tenaga kerja juga turut memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja di Singapura.
Sektor teknologi diperkirakan akan mencatat kenaikan gaji tertinggi.
Permintaan akan ahli di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan rekayasa komputasi awan mendorong kenaikan gaji hingga 8-12 persen.
Pola kerja jarak jauh dan fleksibel juga menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja.
Perusahaan-perusahaan di Singapura kini bersaing ketat untuk mendapatkan kandidat dengan keahlian teknis mendalam yang mendukung strategi digital jangka panjang.
Di sektor jasa keuangan, kebutuhan akan talenta juga berubah seiring tren otomatisasi dan integrasi teknologi.
Talenta yang menggabungkan keahlian finansial dengan AI, kepatuhan ESG (Environmental, Social, and Governance), dan pengalaman operasi hybrid akan sangat dicari.
Sektor kesehatan dan ilmu hayati juga terus memperluas rekrutmen.
Permintaan meningkat untuk peneliti klinis, spesialis regulasi, dan insinyur teknologi medis.
Perusahaan di sektor ini membuka lebih banyak posisi hybrid yang menggabungkan keahlian teknis dan operasional.
Di bidang jasa profesional,kenaikan gaji berjalan stabil.
Namun, perusahaan memberi nilai lebih pada tenaga kerja dengan kemampuan lintas disiplin seperti konsultasi keberlanjutan, kepatuhan, dan transformasi digital.
Industri manufaktur dan teknik menunjukkan pergeseran ke produksi presisi dan teknologi lanjutan.
Permintaan ahli robotik, otomasi industri, dan keahlian terkait industri 4.0 terus meningkat.
Digitalisasi dan keberlanjutan juga memperkuat kebutuhan tenaga kerja di sektor transportasi dan logistik.
Perusahaan mencari teknolog logistik, spesialis optimasi rantai pasok, dan manajer operasional yang mengelola proses berbasis data.
Sementara itu, di sektor konstruksi, kenaikan gaji berlangsung moderat.
Spesialis bangunan hijau dan tenaga kerja yang menguasai teknologi digital seperti Building Details Modelling (BIM) memperoleh gaji lebih tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa konstruksi di Singapura bergerak ke arah pembangunan berkelanjutan dan efisiensi berbasis teknologi.







