Tutup
Regulasi

Substitusi Impor Pakaian Bekas: Pemerintah Susun Strategi Baru

239
×

Substitusi Impor Pakaian Bekas: Pemerintah Susun Strategi Baru

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) masih merumuskan skema bisnis untuk mengganti penjualan pakaian bekas impor dengan produk lokal yang baru. Kesepakatan ini melibatkan para pedagang pakaian bekas impor dan produsen pakaian lokal.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa diskusi intensif sedang berlangsung antara pedagang dan produsen pakaian untuk mencapai model bisnis yang saling menguntungkan.

“Isu substitusi impor baju bekas ini mengerucut pada kerja sama antara pedagang di pasar dengan produsen baju,” ujar Maman di Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Salah satu opsi yang muncul adalah sistem konsinyasi, di mana pedagang tidak perlu langsung membayar barang dari produsen, melainkan setelah barang terjual.

KemenKopUKM terus berupaya meningkatkan kesadaran para penjual tentang larangan menjual pakaian bekas impor. Penjualan produk ilegal ini melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022.

“Niat kami adalah mendorong penjualan produk lokal, produk dalam negeri,” tegas Maman.

Meskipun demikian, Maman menegaskan bahwa *thrifting* atau jual beli pakaian bekas tidak dilarang, asalkan produk yang diperdagangkan adalah produk lokal. Ia mengklaim banyak pedagang yang menyambut baik rencana substitusi ini.

Saat ini, KemenKopUKM belum memastikan jumlah merek yang akan berpartisipasi dalam program substitusi. Namun, pedagang pakaian bekas impor diberi kebebasan untuk memilih merek lokal yang ingin mereka jual.

“Tergantung pedagang. Mereka bebas memilih merek mana yang ingin diambil,” pungkas Maman.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) belum berhasil kembali ke level Rp 7.000. BBCA menutup perdagangan Senin (20/4) dengan menguat 0,78% atau naik 50 poin ke level Rp 6.475 per saham. Jika ditarik lebih jauh, saham bank berlogo bunga cengkeh itu sudah terkoreksi 19,81% secara year to date. Anjloknya saham BBCA turut menjadi pemberat bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan pelemahan yang hampir 20% itu, BBCA…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…