Investasi

Strategi Manajer Investasi Optimalkan Kinerja Reksadana Saham di Tengah Valuasi Murah

35
×

Strategi Manajer Investasi Optimalkan Kinerja Reksadana Saham di Tengah Valuasi Murah

Sebarkan artikel ini
Manajer investasi memantau pergerakan grafik saham di layar monitor untuk optimalkan kinerja reksadana.
Manajer investasi memanfaatkan valuasi pasar yang atraktif untuk meningkatkan kinerja reksadana saham.

JAKARTA – Sejumlah manajer investasi kini tengah mengoptimalkan kinerja reksadana saham dengan memanfaatkan valuasi pasar yang dinilai atraktif sepanjang Juli 2026. Strategi ini terbukti efektif, mengingat data Infovesta menunjukkan sebanyak 91 produk reksadana saham berhasil mencetak imbal hasil atau return yang melampaui kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 10,51% secara bulanan.

Kondisi pasar yang sempat mengalami tekanan jual asing pada semester pertama tahun ini menciptakan basis valuasi yang rendah. Situasi tersebut memberikan ruang bagi perbaikan sentimen pasar untuk berdampak signifikan terhadap kinerja indeks di sisa tahun 2026.

Portfolio Manager Samuel Aset Manajemen, Hernandi Wisnu Wardhana, menyatakan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan semi-equal weighting dalam mengelola SAM Dana Saham Nusantara Kelas S. Strategi ini dilakukan untuk membatasi ketergantungan pada kelompok saham berkapitalisasi besar (big caps) sekaligus mengendalikan risiko konsentrasi.

Produk tersebut mencatatkan return sebesar 25,38% pada Juli 2026. Fokus portofolio saat ini ditempatkan pada sektor material dasar dan energi dengan pertimbangan likuiditas transaksi yang tinggi serta fundamental harga komoditas yang masih bertahan di level atas.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan sentimen positif bagi pendapatan emiten berorientasi ekspor yang menggunakan denominasi dolar AS. Samuel Aset Manajemen memproyeksikan IHSG dapat bergerak di rentang 7.000 hingga 7.300 pada akhir tahun.

Di sisi lain, Henan Putihrai Asset Management (HPAM) turut mencatatkan kinerja positif melalui produk Henan Smart Beta Ekuitas Kelas A yang membukukan return 14,06% secara bulanan. Manajer investasi ini mengandalkan pendekatan aktif yang mengombinasikan analisis fundamental dengan manajemen risiko yang ketat.

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution HPAM, Reza Fahmi Riawan, menegaskan pentingnya selektivitas dalam memilih emiten. Perusahaan fokus pada perusahaan dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan laba yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar global dan domestik.

Komposisi portofolio HPAM saat ini mencakup sektor material dasar sebesar 28,1% dan sektor keuangan sebesar 25,4%. Fleksibilitas dalam penyesuaian sektor tetap diutamakan agar portofolio mampu beradaptasi terhadap perubahan siklus ekonomi secara dinamis.

Meskipun terdapat potensi kenaikan pasar, para manajer investasi tetap menekankan pentingnya kedisiplinan dalam eksekusi strategi. Pemilihan saham dilakukan berdasarkan analisis makroekonomi yang mendalam serta prospek industri jangka panjang.

Stabilitas makroekonomi dan kebijakan moneter yang kondusif dipandang sebagai kunci keberlanjutan aliran dana ke pasar domestik. Para pelaku pasar tetap optimistis bahwa strategi berbasis kualitas fundamental dapat memberikan nilai tambah bagi investor di tengah fluktuasi pasar yang masih akan terus terjadi.