Investasi

BRI MI Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah XDES Besok

41
×

BRI MI Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah XDES Besok

Sebarkan artikel ini
Logo PT BRI Manajemen Investasi dan ilustrasi emas batangan terkait peluncuran produk reksa dana ETF XDES.
BRI Manajemen Investasi meluncurkan produk reksa dana ETF emas syariah pertama dengan kode perdagangan XDES pada 10 Agustus 2026.

JAKARTA – PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) dijadwalkan meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas syariah pertama dengan kode perdagangan XDES pada 10 Agustus 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan HUT Pasar Modal Indonesia.

Produk reksadana tersebut telah resmi terdaftar di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan kode ISIN IDN000597408. XDES memiliki nilai nominal sebesar Rp 1.000 per unit dan menunjuk PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai Bank Kustodian.

Chief of Product BRI MI, Cendy Hadiputranto, menjelaskan bahwa portofolio XDES berfokus pada aset emas berbentuk Electronic Gold Receipt (EGR). Aset fisik yang menjadi dasar produk ini dijamin memenuhi standar kemurnian nasional (SNI) maupun internasional (LBMA).

Keamanan aset fisik menjadi prioritas utama dalam pengelolaan instrumen ini. Emas yang mendasari EGR dipastikan tersimpan dalam gudang penyimpanan khusus (vault) dengan sistem pengawasan ketat.

Regulasi ETF emas mewajibkan adanya mekanisme audit berkala terhadap aset fisik tersebut untuk menjamin transparansi bagi para investor. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa unit yang beredar di pasar benar-benar didukung oleh cadangan emas yang nyata.

BRI MI optimistis produk ini akan menarik minat investor individu maupun institusi. ETF emas dinilai menawarkan aksesibilitas dan likuiditas yang lebih baik dibandingkan transaksi emas fisik tradisional.

Meskipun saat ini harga emas sedang mengalami tekanan, BRI MI tetap memandang instrumen ini memiliki prospek solid. XDES diposisikan sebagai alternatif diversifikasi portofolio jangka panjang bagi para pemodal.

Produk ini juga berfungsi sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang efektif di tengah ketidakpastian pasar. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan profil risiko dan tujuan investasi sebelum melakukan transaksi di bursa.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menargetkan setidaknya lima hingga tujuh manajer investasi untuk menerbitkan produk serupa pada tahap awal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pendalaman pasar modal di Indonesia.

Penerbitan ETF emas di Indonesia sendiri mengikuti tren global di mana instrumen serupa mendapatkan perhatian luas. Di pasar Amerika Serikat, berbagai produk ETF, baik yang berbasis komoditas maupun saham pertumbuhan, telah menjadi instrumen utama bagi investor dalam mengelola kekayaan.

Pasar ETF global pada tahun 2026 terus menunjukkan dinamika yang signifikan, termasuk keberhasilan produk-produk khusus seperti ETF semikonduktor yang mencapai aset satu miliar dolar dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa investor semakin menggemari instrumen yang memiliki transparansi tinggi dan kemudahan transaksi seperti ETF.

Dengan kehadiran XDES, investor domestik kini memiliki opsi baru untuk berinvestasi pada emas melalui mekanisme bursa yang lebih efisien. Produk ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pasar modal syariah di Indonesia.