Tutup
News

Tabrakan Dua Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Korban Jiwa Dilaporkan

79
×

Tabrakan Dua Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Korban Jiwa Dilaporkan

Sebarkan artikel ini

BEKASI – Kecelakaan tragis melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah penumpang terjepit dan dilaporkan adanya korban jiwa.

Munir, salah satu penumpang yang selamat, menuturkan bahwa insiden bermula saat KRL tujuan Cikarang yang ia tumpangi berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut tertahan karena di jalur yang berlawanan terdapat kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil taksi.

Saat tengah berhenti, KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang tiba-tiba menghantam gerbong paling belakang KRL tersebut dengan keras.

“Kereta jarak jauh menabrak dari arah belakang. Lokomotifnya sampai menembus gerbong paling belakang Commuter Line,” ujar Munir di lokasi kejadian.

Ia mengaku berada di gerbong keempat dari belakang saat hantaman terjadi. Munir berhasil menyelamatkan diri dengan segera keluar dari gerbong sesaat setelah tabrakan berlangsung. Namun, ia melihat banyak penumpang di gerbong paling belakang terjebak dan mengalami luka parah akibat terjepit badan kereta.

Hingga Senin malam, tim gabungan yang terdiri dari petugas keamanan stasiun, pemadam kebakaran, tim medis, TNI, dan Polri masih berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban. Sejumlah penumpang yang terjepit dilaporkan tidak sadarkan diri.

Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa sejauh ini telah tercatat dua orang meninggal dunia di rumah sakit. Pihaknya menegaskan bahwa jumlah korban masih dapat bertambah mengingat proses evakuasi di lokasi kejadian masih berlangsung.

Insiden ini berdampak besar terhadap operasional perjalanan kereta api. Rangkaian KRL di sejumlah titik, termasuk di Stasiun Jatinegara, tertahan dan mengalami keterlambatan signifikan.

Para penumpang di Stasiun Jatinegara tampak menumpuk dan menunggu kepastian jadwal keberangkatan. Sebagian penumpang memilih untuk menunggu di peron meski belum mendapatkan kejelasan waktu tempuh, sementara petugas stasiun terus memberikan informasi terkait kendala operasional tersebut.