Tutup
AgrobisnisIndustriNewsPerdaganganRegulasi

Tekan Biaya Produksi, Sumbar Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

1781
×

Tekan Biaya Produksi, Sumbar Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini

Selain itu, untuk mendukung dari segi anggaran, pihaknya akan melakukan pengembangan pertanian organik sebanyak 10 persen dari APBD.

“Untuk memasarkan Hasil Pertanian Organik ini, saya telah memerintahkan seluruh SKPD dan ASN untuk membeli dan menggunakan produk hasil pertanian organik baik untuk keperluan dinas maupun keperluan sehari-hari semua ASN dapat menjalani pola hidup sehat sehingga berdampak pada peningkatan kinerja pada semua SKPD di Sumbar,” jelas Mahyeldi.

Sementara itu, dikatakan Mahyeldi saat ini, banyak generasi muda yang tak tertarik dengan usaha budidaya pertanian, karena maindsetnya bahwa pertanian ini tidak dapat memberikan harapan masa depan yang menjanjikan.

Hal tersebut dapat menjadi contoh pada kelompok tani “Bukit Gompong Sejahtera” ini dengan dipelopri oleh generasi muda (Petani Milenial) yang beberapa anggotanya berlatar belakang pendidikan Sarjana pertanian.

“Diharapkan kedepan kelompok ini bisa menjadi model atau contoh bagi generasi muda lainnya untuk kembali mengolah lahan dalam berusaha tani dalam rangka mewujudkan pengembangan pertanian organik di Sumbar ini,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…