Tutup
Otomotif

Toyota Gandeng CATL Kembangkan Baterai Mobil Hibrida Lebih Efisien

99
×

Toyota Gandeng CATL Kembangkan Baterai Mobil Hibrida Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini

KARAWANG – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menggandeng raksasa produsen baterai asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Kerja sama strategis ini ditandai dengan investasi senilai Rp1,3 triliun yang difokuskan pada pengembangan produksi baterai dari hulu hingga hilir.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapabilitas produksi di fasilitas Karawang. Jika sebelumnya TMMIN hanya memproduksi *battery pack* untuk model Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV, kini cakupan produksi akan diperluas hingga pembuatan sel baterai serta modul.

“Komponen sel baterai dan modul yang saat ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi langsung oleh sumber daya manusia Indonesia,” ujar Nandi dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan melokalisasi pembuatan sel dan modul baterai, Toyota menargetkan pengurangan ketergantungan impor sekaligus mengasah keterampilan tenaga kerja lokal agar Indonesia mampu menjadi basis produksi serta ekspor komponen kendaraan listrik ke pasar global.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menambahkan bahwa pengembangan ini dilakukan secara bertahap untuk memperkuat rantai pasok. Selain menjaga ekosistem pemasok yang sudah ada, perusahaan juga berupaya menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri otomotif nasional.

“TMMIN menjadi anak usaha Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan mengekspor baterai ke pasar global. Target pengiriman perdana direncanakan mulai pertengahan 2026,” tambah Bob. Ekspor ini mencakup baterai yang terpasang pada kendaraan hibrida maupun dalam bentuk komponen terpisah.

Melalui investasi ini, Toyota berkomitmen mendukung pencapaian target *Nationally Determined Contribution* (NDC) serta target *Net Zero Emission* (NZE) pada 2060. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperbaiki neraca perdagangan Indonesia melalui peningkatan nilai ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

CATL sendiri dikenal sebagai salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia yang memiliki kapabilitas riset dan pengembangan yang mumpuni. Kemitraan ini menegaskan posisi Toyota dalam menjalankan berbagai pendekatan teknologi guna mencapai target netralitas karbon melalui rantai pasok yang lebih lokal.

Otomotif

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) menguasai hampir separuh total pangsa pasar otomotif nasional hingga akhir kuartal I-2026. Berdasarkan pada laporan penjualan mobil yang dirilis Jumat (10/4/2026), ASII mencatatkan penjualan sebanyak 101.613 unit sepanjang tiga bulan pertama 2026, atau setara dengan 49% dari total pasar otomotif domestik. Meski demikian, capaian tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang…