Tutup
NewsPolitik

Tragedi Muratara Picu Desakan Perbaikan Jalinsum

53
×

Tragedi Muratara Picu Desakan Perbaikan Jalinsum

Sebarkan artikel ini
tragedi-bus-als-di-muratara-tewaskan-16-orang,-zigo-rolanda-desak-evaluasi-jalinsum
Tragedi Bus ALS di Muratara Tewaskan 16 Orang, Zigo Rolanda Desak Evaluasi Jalinsum

Muratara – tabrakan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kembali menyorot rapuhnya keselamatan transportasi darat di jalur vital Sumatera. Kecelakaan yang menewaskan 16 orang itu dinilai harus dibaca sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan angkutan dan kondisi jalan nasional.Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, hilangnya 16 nyawa dalam satu peristiwa adalah tragedi besar yang semestinya mengguncang perhatian pemerintah pusat.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kehilangan 16 nyawa dalam satu insiden adalah musibah besar bagi kita semua,” ujar Zigo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).Zigo meminta pemerintah tidak berhenti pada penanganan darurat dan pendataan korban. Menurut dia, insiden di Muratara harus menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi menyeluruh tata kelola transportasi publik, termasuk kualitas infrastruktur jalan nasional yang selama ini menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat di sumatera.

Ia juga mendesak Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat perbaikan ruas jalan yang rawan memicu kecelakaan.Kerusakan kecil di Jalinsum, kata dia, bisa berujung fatal bagi pengguna jalan.“Jalinsum adalah urat nadi ekonomi Sumatera.Tidak boleh ada pembiaran terhadap kerusakan jalan karena taruhannya adalah nyawa,” kata politisi Partai Golkar dari daerah Pemilihan Sumatera Barat I itu.

Di sisi lain, Zigo menyoroti temuan adanya tabung gas, sepeda motor, hingga mesin di dalam bus penumpang. Ia menilai praktik tersebut jelas membahayakan karena tidak sejalan dengan standar keselamatan angkutan umum.

“Bus penumpang bukan truk logistik. Membawa barang mudah terbakar seperti tabung gas dan sepeda motor di dalam bus sangat fatal terhadap keselamatan penumpang,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta sanksi tegas dijatuhkan kepada operator bus yang melanggar aturan keselamatan. Pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun, termasuk armada BBM, juga harus diperketat agar kecelakaan serupa tidak terulang.Zigo turut mendesak Kementerian Perhubungan memperkuat pemeriksaan di terminal maupun titik keberangkatan. menurut dia, sistem kontrol harus memastikan bus penumpang tidak dipakai untuk mengangkut barang-barang berbahaya.

“Fungsi kontrol harus berjalan. Kalau barang berbahaya bisa masuk ke bus penumpang, berarti pengawasan di terminal atau titik keberangkatan masih lemah,” ujarnya.