Regulasi

Wall Street Stabil: Investor Pantau Data Tenaga Kerja Usai Reli AI

278
×

Wall Street Stabil: Investor Pantau Data Tenaga Kerja Usai Reli AI

Sebarkan artikel ini

Wall Street Bergerak Datar Sambil Menanti Data Ketenagakerjaan AS

New York – Wall Street dibuka dengan pergerakan relatif datar pada perdagangan Rabu (7/1/2026), setelah investor menarik napas sejenak usai reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendominasi sesi sebelumnya. Pasar kini fokus menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang sangat dinantikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 50,6 poin atau 0,10% ke level 49.512,72 saat pembukaan. S&P 500 sedikit terkoreksi 0,3 poin ke posisi 6.945,07, sementara Nasdaq Composite melemah 2,3 poin atau 0,01% ke level 23.544,89.

Sebelumnya, Wall Street mencatat penguatan pada Selasa (6/1) berkat sentimen positif terhadap saham-saham AI, yang juga mendorong kinerja emiten chip. Sektor kesehatan juga mencatat lonjakan, membawa S&P 500 mencapai rekor penutupan tertinggi.

Perhatian investor kini tertuju pada data pasar tenaga kerja. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk November dijadwalkan rilis setelah pembukaan pasar.

Data ketenagakerjaan ADP yang dirilis sebelumnya menunjukkan penambahan 41.000 pekerjaan di sektor swasta AS pada Desember, di bawah perkiraan pasar yang memproyeksikan kenaikan 47.000 pekerjaan.

Kim Forrest, Chief Investment Officer Bokeh Capital Partners, berpendapat bahwa data ADP lebih condong pada perusahaan besar, sementara sebagian besar lapangan kerja di AS berasal dari perusahaan kecil.

“Jadi, data ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja secara menyeluruh,” ujarnya.

Forrest menambahkan bahwa investor cenderung berhati-hati dan menghindari posisi besar hingga laporan nonfarm payrolls yang krusial dirilis pada Jumat.

Pelaku pasar juga berharap memperoleh data ekonomi yang lebih andal setelah penutupan sebagian pemerintahan AS terpanjang dalam sejarah pada akhir 2025.

Saham-saham chip, yang menjadi motor penggerak reli pada Selasa, bergerak relatif stabil pada perdagangan pra-pasar. Saham Nvidia naik 0,6%.

Sementara itu, saham produsen memori yang sebelumnya melonjak karena prospek kekurangan pasokan dan kenaikan harga mulai terkoreksi. Saham SanDisk dan Micron Technology masing-masing turun 1,4% dan 0,9%.

Saat ini, indeks S&P 500 hanya berjarak sekitar 0,8% dari level psikologis 7.000, sementara Dow Jones tinggal sekitar 1% menuju level historis 50.000.

Ketiga indeks utama Wall Street mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif, setelah mencatatkan tiga tahun berturut-turut kenaikan dua digit sepanjang 2025.

Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global, termasuk situasi di Venezuela dan pemanfaatan sumber daya minyak negara tersebut, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak mentah yang selama ini tertahan di negara Amerika Latin tersebut.

Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa Trump tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan kekuatan militer AS.

Di luar itu, saham Strategy naik 4% pada perdagangan pra-pasar setelah MSCI membatalkan rencana untuk mengeluarkan perusahaan penyimpan bitcoin dan sejumlah perusahaan treasury kripto lainnya dari indeksnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…