Tutup
PerbankanPolitikTransportasi

Zigo Minta Evaluasi Transportasi Usai Kecelakaan Padang Besi

78
×

Zigo Minta Evaluasi Transportasi Usai Kecelakaan Padang Besi

Sebarkan artikel ini

Padang – Kecelakaan beruntun di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (10/5/2026) pagi, menewaskan empat orang dan melukai sejumlah korban lain. Insiden yang melibatkan lima kendaraan itu kembali membuka perhatian publik terhadap lemahnya pengawasan angkutan barang di jalur rawan Sumatera Barat.

Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kebijakan yang membidangi keselamatan transportasi.

“Saya menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban terdampak kecelakaan beruntun di Jalan Raya Padang Besi pagi tadi.Keselamatan masyarakat di jalan raya harus menjadi prioritas utama,” kata Zigo.

Kecelakaan diduga bermula saat truk bernomor polisi BM 9936 KU melaju dari arah Solok menuju Padang.Di turunan panjang Simpang Cubadak, kendaraan itu diduga mengalami rem blong. Sopir disebut sempat melihat tekanan angin pada sistem pengereman anjlok hingga di bawah 5 bar sebelum truk kehilangan kendali.

tanpa bisa dikendalikan, truk tersebut menghantam Toyota Rush yang membawa enam penumpang. Empat penumpang mobil itu meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Setelah benturan awal, truk juga menyerempet kendaraan lain, termasuk satu truk, Pajero, dan minibus Kijang bermuatan beras, sebelum akhirnya berhenti di median jalan.

Zigo menegaskan kecelakaan ini tidak boleh dipandang sebagai insiden lalu lintas biasa. Ia menyoroti informasi awal yang menyebut masa berlaku uji KIR kendaraan diduga sudah habis sejak 2 Maret 2026. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan masih rapuhnya pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di jalur lintas provinsi.

“Ini menjadi alarm keras bagi manajemen keselamatan transportasi kita. Jangan sampai ada pembiaran terhadap kendaraan yang sebenarnya sudah tidak layak jalan,” ujarnya.

Ia meminta kepolisian dan Dinas Perhubungan mengusut menyeluruh penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kepatuhan perusahaan angkutan terhadap standar keselamatan. Zigo juga mendesak evaluasi titik rawan di jalur Indarung-Padang Besi serta pengawasan yang lebih ketat terhadap truk bertonase besar yang setiap hari melintas di kawasan itu.

“Kita tidak ingin tragedi seperti ini terus berulang. Keselamatan pengguna jalan tidak bisa ditawar. Negara harus hadir memastikan masyarakat merasa aman saat berkendara,” tegasnya.

Zigo berharap penanganan pascakejadian tidak berhenti pada evakuasi dan proses hukum semata. Ia menilai penguatan sistem pengawasan di lapangan perlu dilakukan agar kecelakaan serupa bisa dicegah sejak awal.