Teknologi

Pakar Ingatkan Risiko Migrasi Senyawa BPA pada Galon Plastik

69
×

Pakar Ingatkan Risiko Migrasi Senyawa BPA pada Galon Plastik

Sebarkan artikel ini
degradasi-plastik-polikarbonat-jadi-perhatian-ilmuwan
Degradasi Plastik Polikarbonat Jadi Perhatian Ilmuwan

Jakarta – Masyarakat perlu mewaspadai potensi risiko kesehatan akibat penggunaan galon air minum berbahan plastik polikarbonat dalam jangka waktu lama.

Paparan sinar matahari, suhu panas, serta gesekan selama proses pencucian berulang menjadi pemicu utama degradasi material plastik tersebut.

Menurut ahli polimer Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid, struktur kimia plastik melemah seiring putusnya ikatan pada rantai polimer.

Ia mengibaratkan fenomena tersebut seperti mata rantai kalung yang terputus, sehingga senyawa penyusun plastik berisiko terlepas ke dalam air.

Demi menjaga keamanan konsumen, Prof. Chalid menyarankan agar galon guna ulang tidak digunakan lebih dari 40 kali atau maksimal satu tahun pemakaian.

Salah satu zat kimia yang berpotensi bermigrasi akibat degradasi plastik tersebut adalah Bisphenol A atau BPA.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Junaidi Khotib, memperingatkan bahwa paparan BPA dalam durasi panjang berisiko mengganggu sistem endokrin manusia.

Meskipun efeknya tidak dirasakan secara instan, gangguan endokrin ini dapat memicu masalah kesehatan serius di kemudian hari.

Peneliti keamanan pangan Universitas Katolik Soegijapranata, Inneke Hantoro, menegaskan bahwa frekuensi pencucian dan penyikatan galon yang intensif justru mempercepat keausan permukaan plastik.

Semakin sering galon dibersihkan untuk digunakan kembali, peluang migrasi BPA ke dalam air minum pun meningkat secara signifikan.