Bursa Saham

Indointernet Serap 7,1 Juta Saham dalam Proses Go Private

50
×

Indointernet Serap 7,1 Juta Saham dalam Proses Go Private

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran PT Indointernet Tbk yang sedang menjalani proses go private dan delisting dari BEI.
PT Indointernet Tbk telah menyerap 7,1 juta saham publik dalam proses go private.

JAKARTA – PT Indointernet Tbk (EDGE) mencatatkan progres signifikan dalam rencana perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private) serta rencana pembatalan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan telah merampungkan pelaksanaan penawaran tender sukarela periode pertama dengan menyerap jutaan lembar saham dari pemegang saham publik.

Sekretaris Perusahaan Indointernet, Jennifer Tiurland, dalam keterbukaan informasi pada Kamis (6/8/2026) mengungkapkan bahwa pemegang saham utama perusahaan, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. (DEHK), telah menyerap sebanyak 7,11 juta saham. Transaksi tersebut dieksekusi dengan harga Rp 11.500 per saham.

Total nilai transaksi untuk penyerapan saham tersebut mencapai Rp 81,86 miliar. Jumlah saham yang dibeli dalam periode ini setara dengan 4,46 persen dari total seluruh nominal saham yang menjadi objek penawaran tender sukarela.

Proses penawaran tender sukarela ini sebelumnya telah berlangsung sejak 25 Juni hingga 24 Juli 2026. Sementara itu, penyelesaian pembayaran atas saham yang terjaring dalam tender tersebut telah resmi dirampungkan pada 5 Agustus 2026.

Penawaran tender sukarela ini awalnya menargetkan sebanyak-banyaknya 159,59 juta saham, atau setara dengan 7,90 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan. Dengan realisasi pada periode pertama, masih terdapat sisa nilai saham objek penawaran sebesar Rp 1,75 triliun yang belum terserap.

Struktur kepemilikan saham Indointernet saat ini didominasi oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd. dengan porsi sebesar 59,1 persen. Selain itu, Digital Edge (HK) SPVI Limited tercatat menguasai 33 persen saham perusahaan.

Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis bagi Indointernet untuk memuluskan transisi status perusahaan menjadi tertutup. Rencana go private ini mencakup pula langkah delisting yang akan mengakhiri status perdagangan saham EDGE di bursa domestik.

Sebagai catatan, saham EDGE tercatat terakhir kali diperdagangkan di pasar reguler pada harga Rp 4.790 per saham. Peristiwa perdagangan terakhir tersebut terjadi pada 9 Februari 2026 sebelum proses perubahan status perusahaan dimulai.

Mekanisme penawaran tender sukarela ini merupakan bagian dari kewajiban perusahaan dalam melakukan aksi korporasi go private sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku. Perusahaan harus memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk melepas kepemilikannya sebelum perusahaan resmi tidak lagi tercatat di BEI.

Manajemen Indointernet terus melakukan koordinasi dengan pihak regulator terkait tahapan-tahapan selanjutnya dalam proses delisting ini. Hingga saat ini, kepatuhan perusahaan terhadap prosedur penawaran tender menjadi fokus utama dalam memastikan hak-hak pemegang saham minoritas tetap terlindungi.

Proses ini dipantau ketat oleh para pelaku pasar mengingat posisi Indointernet sebagai salah satu pemain kunci di sektor infrastruktur digital. Langkah perusahaan untuk menjadi entitas tertutup menandai perubahan signifikan dalam peta kepemilikan saham perusahaan di masa depan.