Investasi

BEI Targetkan Lima Manajer Investasi Terbitkan ETF Emas di Indonesia

53
×

BEI Targetkan Lima Manajer Investasi Terbitkan ETF Emas di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta yang menjadi pusat peluncuran instrumen investasi ETF emas
Bursa Efek Indonesia meluncurkan instrumen investasi ETF emas untuk memperluas pilihan produk di pasar modal domestik.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange Traded Fund (ETF) emas untuk memperluas pilihan instrumen di pasar modal domestik. Sebanyak lima manajer investasi (MI) dijadwalkan meluncurkan produk ini bertepatan dengan seremoni Hari Ulang Tahun Pasar Modal pada Senin, 10 Agustus 2026.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen otoritas bursa dalam meningkatkan likuiditas pasar. BEI menargetkan total lima hingga tujuh MI untuk menggarap produk ETF emas pada tahap awal pengembangan instrumen ini.

Saat ini, lima MI telah merampungkan seluruh proses pencatatan, sementara dua MI lainnya masih dalam tahap persiapan. Kelima produk yang akan meluncur besok meliputi XGLD dari PT Indo Premier Investment Management dengan harga awal Rp256 per unit.

Selanjutnya, terdapat XDES dari PT BRI Manajemen Investasi dengan harga Rp1.000 dan XMES dari PT Mandiri Manajemen Investasi dengan harga Rp757 per unit. Produk lainnya adalah XSGO dari PT Syailendra Capital seharga Rp1.000 dan XTRA dari PT Trimegah Asset Management dengan harga Rp248 per unit.

Otoritas bursa menyatakan tidak menetapkan target spesifik terkait nilai kelolaan atau Asset Under Management (AUM) pada saat peluncuran. Fokus utama BEI saat ini adalah memastikan instrumen tersebut dapat diperdagangkan secara aktif oleh para investor.

Pertumbuhan AUM diproyeksikan akan terjadi secara bertahap seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai instrumen ETF emas. Selain itu, perluasan jalur distribusi dan pembentukan likuiditas perdagangan yang stabil menjadi prioritas bursa ke depan.

Peluncuran ini juga diharapkan dapat menarik minat investor yang selama ini lebih memilih emas fisik untuk beralih ke instrumen pasar modal yang lebih transparan. Kehadiran ETF emas dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional.

Inovasi produk ini dinilai relevan dengan kebutuhan investor saat ini yang menginginkan diversifikasi portofolio yang mudah diakses. Langkah BEI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional.

Sebagai catatan, pasar emas dunia sempat mencatatkan rekor nilai tertinggi atau all-time high (ATH) pada kisaran US$5.400 hingga US$5.600 per troy ounce atau setara Rp3,2 juta per gram pada akhir 2025 hingga awal 2026. Meski harga emas sempat mengalami fluktuasi, minat masyarakat terhadap instrumen berbasis logam mulia tetap dinilai tinggi.

Dengan adanya ETF emas, investor kini memiliki opsi baru untuk berinvestasi emas tanpa harus menyimpan aset secara fisik. Produk ini menawarkan mekanisme perdagangan yang lebih fleksibel di bursa, sehingga diharapkan dapat menggaet partisipasi investor ritel maupun institusi secara lebih luas.