Tutup
Perbankan

Investor Saham Makin Ramai: Peluang di Tengah Ekonomi yang Tak Pasti?

319
×

Investor Saham Makin Ramai: Peluang di Tengah Ekonomi yang Tak Pasti?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor saham di Indonesia telah melampaui angka 7 juta Single Investor Identification (SID). Per Senin, 26 Mei 2025, BEI melaporkan total 7.001.268 SID investor saham.

BEI menilai pertumbuhan ini mencerminkan optimisme positif terhadap prospek perekonomian Indonesia. Kondisi ini membuat minat masyarakat pada investasi di pasar modal dalam negeri tetap tinggi, bahkan di tengah dinamika ekonomi global.

Sebagai perbandingan, pada 31 Desember 2024, investor saham Indonesia tercatat sebanyak 6.381.444 SID. Jumlah tersebut bertambah 619.824 SID hingga 26 Mei 2025.

Pertumbuhan jumlah investor terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami fluktuasi. IHSG tercatat 7.079,905 pada penutupan perdagangan akhir 2024, sempat melemah ke 5.967,988 pada 9 April 2025, lalu kembali menguat ke posisi 7.175,819 per 28 Mei 2025.

Jeffrey Hendrik menyatakan peningkatan jumlah investor saham juga terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat sepanjang awal 2025. “Menariknya, meskipun kebijakan tarif impor mulai diberlakukan, minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia tetap tinggi. Tercermin dari penambahan lebih dari 38.000 investor saham selama periode 27 Maret hingga 8 April 2025,” kata Jeffrey.

Penambahan sebanyak 38.676 investor saham tersebut berlangsung selama periode libur panjang Idul Fitri. Saat itu, jumlah investor meningkat dari 6.705.452 SID pada 27 Maret 2025 menjadi 6.744.128 SID pada 8 April 2025.

BEI menyadari bahwa pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur informasi dan edukasi pasar modal. Aplikasi IDX Mobile, yang telah diunduh lebih dari 287.000 pengguna, dan media sosial resmi BEI menjadi beberapa kanal utama untuk memberikan akses informasi sekaligus edukasi yang cepat serta mudah kepada masyarakat.

BEI juga memperluas jaringan Galeri Investasi BEI yang kini mendekati 1.000 lokasi. Lebih dari 6.000 Duta Pasar Modal mendukung upaya edukasi ini sebagai ujung tombak di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Iman Rachman menambahkan bahwa BEI juga berorientasi pada peningkatan partisipasi investor institusi. BEI terus menjalin keterlibatan aktif bersama investor institusi domestik guna mendorong peran mereka dalam aktivitas transaksi pasar. “Inisiatif strategis ini mencerminkan komitmen kuat BEI untuk membangun pasar modal yang transparan, dinamis, dan inklusif di masa depan,” tutup Iman Rachman.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di berbagai instrumen investasi pasar modal telah mencapai 16,2 juta Single Investor Identification (SID) hingga April 2025. Angka ini tumbuh dari 14,8 juta SID yang tercatat pada akhir 2024.