Tutup
News

IHSG Berpotensi Menguat, Pasar Tunggu Kepastian Tarif dari AS

203
×

IHSG Berpotensi Menguat, Pasar Tunggu Kepastian Tarif dari AS

Sebarkan artikel ini
ihsg-berpotensi-menguat,-pasar-tunggu-kepastian-tarif-dari-as
IHSG Berpotensi Menguat, Pasar Tunggu Kepastian Tarif dari AS

Jakarta – indeks Harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari Jumat, meskipun terdapat ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Proyeksi ini muncul setelah bursa saham Eropa menunjukkan pelemahan pada perdagangan Kamis (12/6), sementara bursa AS di Wall Street justru menguat.

BNI Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren positifnya asalkan mampu mempertahankan posisinya di atas level support 7.200. “IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang masih kuat di support 7.200,” kata fanny Suherman.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa ia bersedia memperpanjang tenggat waktu negosiasi tarif dengan negara-negara mitra dagang hingga 8 Juli. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa perpanjangan tersebut mungkin tidak diperlukan. “Kami sudah membuat kesepakatan besar dengan China. Kami juga tengah bernegosiasi dengan Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lain,” ujarnya.

Trump menambahkan bahwa surat resmi akan dikirimkan kepada negara-negara mitra dagang dalam waktu satu hingga dua pekan mendatang. Ia juga mengisyaratkan bahwa tarif atas impor dari China dapat mencapai 55 persen. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengonfirmasi bahwa tarif akan tetap diberlakukan pada tingkat tersebut.

di sisi lain, saham Boeing mengalami penurunan hampir 5 persen setelah insiden kecelakaan pesawat Dreamliner 787 milik Air India yang membawa 242 penumpang.

Dari Eropa, Inggris dijadwalkan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk bulan April 2025, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen month to month (mtm), dibandingkan dengan pertumbuhan 0,2 persen (mtm) pada bulan Maret 2025.

sementara itu, pasar Asia menantikan rilis data Industrial Production Jepang untuk bulan April 2025, yang diperkirakan turun menjadi 0,7 persen year on year (yoy) dari 1 persen (yoy) pada bulan Maret 2025.

Dari dalam negeri,pasar juga mengantisipasi rilis data Retail Sales April 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,1 persen (yoy),lebih rendah dari pertumbuhan 5,5 persen (yoy) pada bulan Maret 2025,seiring dengan normalisasi pasca-Ramadhan dan Lebaran.

Pada perdagangan Kamis (12/6), indeks FTSE 100 Inggris naik 0,23 persen, euro Stoxx 50 turun 0,365 persen, indeks DAX Jerman turun 0,74 persen, dan indeks CAC Prancis melemah 0,14 persen.

Sebaliknya, indeks S&P naik 0,38 persen dan ditutup di level 6.045,26. Nasdaq Composite menguat 0,24 persen dan mengakhiri perdagangan di 19.662,48, sedangkan Dow Jones industrial Average menanjak 101,85 poin atau 0,24 persen ke level 42.967,6.