Tutup
News

BI Diperkirakan tak Pangkas Suku Bunga, Rupiah Melemah

203
×

BI Diperkirakan tak Pangkas Suku Bunga, Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tren pelemahan, dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik.Sentimen pasar terhadap potensi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dinilai semakin terbatas, memberikan tekanan tambahan pada mata uang Garuda.

Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, tensi geopolitik yang dipicu oleh konflik antara Iran dan Israel menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Ia menjelaskan bahwa peluang BI untuk kembali memangkas suku bunga acuan (BI Rate) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan pada 17-18 Juni 2025 dinilai relatif kecil. “Hal tersebut terjadi karena tensi geopolitik dan perang Iran-Israel yang saat ini terjadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ibrahim menambahkan bahwa BI baru saja melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan sebelumnya, sehingga ruang untuk kembali menurunkan BI-Rate dalam waktu dekat menjadi terbatas. Kondisi ini diperparah dengan perkiraan penundaan pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. “Hal ini akan semakin mempersempit ruang bagi BI untuk melanjutkan siklus pelonggaran moneter dalam waktu dekat,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pasar diperkirakan akan lebih fokus pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi daripada mendorong pelonggaran moneter yang agresif dalam jangka pendek.Sentimen global juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Kekhawatiran meningkat seiring desakan Presiden amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengevakuasi Ibu Kota Iran, Tehran. Meskipun AS tidak berencana terlibat langsung dalam konflik tersebut dan berupaya menengahi gencatan senjata, Ibrahim menuturkan bahwa “serangan antara Israel dan Iran menunjukkan sedikit tanda-tanda akan berhenti, karena konflik baru tersebut memasuki hari kelima berturut-turut.”

Pada penutupan perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp 16.290 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.265 per dolar AS. Namun, Kurs Jakarta Interbank spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat ke level Rp 16.281 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp 16.296 per dolar AS.