Tutup
News

Danantara Konsolidasikan Bisnis BUMN Sektor Logistik dan Asuransi

283
×

Danantara Konsolidasikan Bisnis BUMN Sektor Logistik dan Asuransi

Sebarkan artikel ini

jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan melalui konsolidasi bisnis di sektor logistik dan asuransi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan nilai tambah bagi Danantara Indonesia.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa konsolidasi ini akan mengurangi jumlah BUMN dari 888 menjadi kurang dari 200 perusahaan. “Sehingga akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya 888 perusahaan BUMN, kita harapkan nanti menjadi tinggal di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh, kuat,” ujarnya saat acara IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting di Hutan Kota by Plataran, Jakarta.

Dony menjelaskan bahwa sektor logistik saat ini memiliki sekitar 18 BUMN dengan model bisnis yang serupa namun dengan kapasitas yang terbatas. Ia menyoroti kurangnya daya saing perusahaan-perusahaan BUMN di sektor logistik, yang sebagian besar beroperasi di last mile dan middle mile, bukan di first mile. “Misalkan logistik ada angkasa Pura logistik, Pos Logistik, Kereta Api Logistik (KaLog), Pelindo Logistik, Semen Logistik, semua punya,” ungkapnya.

Situasi serupa juga terjadi di sektor asuransi, di mana terdapat sekitar 18 perusahaan BUMN dengan skala kecil dan tingkat kompetisi yang belum memadai. “Jasa Raharja punya insurance juga, kemudian Pertamina punya Tugu insurance, BRI punya insurance, BNI punya insurance. Tapi tidak cukup size-nya, tidak kompetitif,” kata Dony.

Proses konsolidasi akan dimulai dengan melakukan essential business review terhadap perusahaan-perusahaan BUMN terkait. Tahap selanjutnya adalah business consolidation, yang mencakup perampingan atau merger perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.

“Kita melakukan pengkonsolidasian daripada bisnis kita. Yang tadinya logistik ada 18 perusahaan, nanti menjadi satu perusahaan logistik yang size-nya cukup besar, kompetitif, mampu bersaing. Kemudian juga memberikan nilai tambah yang signifikan buat Danantara,” jelas Dony.

Dony mencontohkan bahwa sebelumnya konsolidasi sulit dilakukan karena kurangnya interkorelasi antarperusahaan. Namun, dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik perusahaan-perusahaan BUMN, hal ini menjadi lebih memungkinkan. “Contohnya,misalkan kita punya 130 hotel yang tersebar di berbagai macam perusahaan yang juga tidak dikelola secara profesional. Nanti kita akan tarik hotel-hotel itu menjadi satu holding hotel. Sehingga kita menjadi operator hotel nomor dua terbesar di Indonesia. Ini sebagai salah satu contoh,” paparnya.

Pada tahun 2025, Danantara Indonesia menargetkan konsolidasi bisnis terhadap 4-5 sektor industri, termasuk perusahaan BUMN sektor karya. “Jadi, nanti perusahaan tol ya tol, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor ya kontraktor. Properti ya properti.Nah ini akan terjadi proses yang signifikan dan luar biasa di dalam tata kelola perusahaan-perusahaan kita ke depan,” pungkas Dony.