Tutup
Perbankan

Amran Klaim Operasi Pasar Pemerintah Turunkan Harga Beras di Tingkat Konsumen

270
×

Amran Klaim Operasi Pasar Pemerintah Turunkan Harga Beras di Tingkat Konsumen

Sebarkan artikel ini
amran-sebut-harga-beras-turun-berkat-operasi-pasar-pemerintah
Amran Sebut Harga Beras Turun Berkat Operasi Pasar Pemerintah

Jakarta – Pemerintah terus menggencarkan program operasi pasar sebagai upaya menstabilkan harga pangan nasional hingga pengujung tahun 2025. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Kamis (7/8), di Jakarta Selatan, mengklaim bahwa intervensi ini telah membuahkan hasil dengan menekan harga beras di tingkat konsumen.

mentan Amran menjelaskan, beras berkualitas baik dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Oh ya, pasti, dampak pasti karena harganya hanya Rp12.500 dan kualitasnya bagus. Beras baru itu beras bagus,” ujarnya di Kementan. Harga beras operasi pasar ini lebih rendah dibandingkan rata-rata harga beras stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) nasional. Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan rata-rata harga beras nasional adalah Rp12.616 per kg, sementara harga beras medium di tingkat konsumen mencapai Rp14.474 per kilogram.menurut Amran, operasi pasar akan terus dilakukan selama harga beras masih di atas HET.Pemerintah telah menyiapkan 1,5 juta ton beras untuk stabilisasi pasokan dan harga hingga Desember 2025.Amran menambahkan bahwa volume stok beras yang disiapkan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dulu mana pernah ada operasi pasar 1,5 juta ton? Enggak ada kan? Ini 1,3 juta ton (khusus operasi pasar), kenapa stok kita banyak? Jadi operasi pasar jalan terus,” katanya.

Lebih lanjut, Amran menyoroti kualitas beras yang dijual melalui program SPHP, terutama kadar broken atau persentase patahan butir beras yang rendah. “Tahu enggak broken-nya cuma 5 persen, ada yang 10 persen, tapi harganya Rp12.500. Nah yang kemarin premium broken-nya berapa? Tiga puluh persen, 40 persen, tapi harganya Rp18 ribu, pasti masyarakat lebih senang,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menjalankan operasi pasar pangan murah di berbagai wilayah, termasuk penjualan daging kerbau seharga Rp75 ribu per kg, lebih rendah dari harga sebelumnya yang berkisar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa operasi pasar dilakukan di 215 titik PT Pos Indonesia serta di seluruh kabupaten/kota di 38 provinsi. menurutnya, kegiatan ini menyasar lokasi yang jauh dari pasar tradisional agar distribusi pangan lebih merata.Arief menyatakan beberapa waktu lalu, “Pagi ini kita meluncurkan gerakan pangan murah di seluruh indonesia, ditambah beberapa lokasi operasi pasar. Secara serentak,dinas-dinas yang menangani pangan,pertanian,dan perdagangan juga melakukan hal yang sama dengan tujuan agar harga pangan tetap stabil.” Ia juga menegaskan bahwa harga pangan murah ini ditujukan untuk masyarakat luas, bukan untuk pedagang atau spekulan.