Tutup
BisnisPerbankanPolitik

Jejak Hasan Nasbi, dari Istana ke Kursi Komisaris Pertamina

346
×

Jejak Hasan Nasbi, dari Istana ke Kursi Komisaris Pertamina

Sebarkan artikel ini
jejak-hasan-nasbi,-dari-lembaga-survei-sampai-komisaris-pertamina
Jejak Hasan Nasbi, dari Lembaga Survei Sampai Komisaris Pertamina

Jakarta – Hasan Nasbi, mantan kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), kini resmi menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) sejak 11 September 2025.

Penunjukan ini dikonfirmasi oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, pada Sabtu (20/9).

“Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025,” ujar Fadjar dalam pesan tertulis.

Nama Hasan Nasbi telah tercantum dalam daftar komisaris di situs resmi pertamina.

Keputusan pengangkatan Hasan Nasbi tertuang dalam surat Keputusan Menteri BUMN dan direktur utama PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham Pertamina.

SK tersebut bernomor SK-247/MBU/09/2025 dan SK.055/DI-DAM/DO/2025 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, Hasan Nasbi baru saja diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala PCO pada Rabu (17/9).

Posisinya digantikan oleh Angga Raka Prabowo, dan lembaganya kini berganti nama menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.

Hasan nasbi pertama kali menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden pada 19 Agustus 2024.

Saat itu, ia bertugas di penghujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan sempat melanjutkan perannya di era Presiden Prabowo Subianto.

Pada 21 April 2025, Hasan Nasbi mengajukan pengunduran diri karena merasa tidak mampu menangani sejumlah persoalan di luar kendalinya.

Pengunduran dirinya terjadi di tengah kritik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai tidak mencerminkan sikap Presiden Prabowo.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah tanggapannya terhadap insiden teror kepala babi kepada jurnalis dan kantor redaksi Tempo.

Saat itu, Hasan merespons dengan santai, “sudah dimasak saja,” yang menuai kecaman publik karena dinilai tidak empati terhadap ancaman kebebasan pers.

Meskipun demikian, Presiden Prabowo Subianto menolak surat pengunduran dirinya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan presiden mengambil keputusan tersebut setelah mempelajari isi surat yang diajukan Hasan.

Sebelum berkarier di lingkungan Istana, Hasan dikenal sebagai pendiri lembaga survei, Cyrus Network.

Pernyataan-pernyataannya beberapa kali sempat menjadi sorotan publik.

Ia pernah bertaruh mobil Alphard saat meyakini Anies Baswedan tidak akan maju di Pilpres 2024. Namun, prediksinya meleset.

Hasan merupakan lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI).

Setelah lulus, ia sempat berkarier sebagai wartawan selama setahun (2005-2006) dan menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (2006-2008).

Pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Hasan menjadi konsultan politik untuk Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ia juga menjadi salah satu inisiator organisasi Teman Ahok yang mendorong Ahok maju sebagai calon independen di Pilkada DKI 2017.

Pada pilpres 2024,Hasan Nasbi masuk dalam jajaran juru bicara TKN prabowo-Gibran.