Tutup
EkonomiPerbankan

Pedagang Ayam Tangerang Merugi, Harga Tinggi Pembeli Menghilang

375
×

Pedagang Ayam Tangerang Merugi, Harga Tinggi Pembeli Menghilang

Sebarkan artikel ini
pedagang-ayam-di-tangerang-mengeluh-sepi-pembeli-karena-harga-tinggi
Pedagang Ayam di Tangerang Mengeluh Sepi Pembeli karena Harga Tinggi

Tangerang – Harga ayam di Kota Tangerang, Banten, meroket dalam sebulan terakhir, membuat pedagang menjerit karena omzet penjualan anjlok hingga 40 persen.

Kenaikan harga ayam potong dan ayam ekor ini dipicu oleh melonjaknya harga dari tingkat peternak.

“Harga naik, jadi kita jualnya ikut naik. saat ini mohon maaf, ya, mau enggak mau kita juga harus ikuti Rp60 ribu,” kata Dirman, pedagang ayam di Batu Ceper, Minggu (21/9).

Di lapak Dirman, harga ayam ekor naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 65.000 per ekor. Harga per kilogram juga terkerek naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 48.000.

Sahad, pedagang ayam kiloan, mengaku terpaksa mengurangi pembelian karena sepinya pembeli. Kenaikan harga ini sudah berlangsung selama sebulan.

“Kita jual Rp47-48 ribu,paling untung Rp3 ribu. Kenaikan sudah sebulan. Turunnya jauh lah. kalau normal biasa sehari dapat Rp2 juta, kalau sekarang Rp1,5 juta, turun Rp500 ribu,” keluhnya.

Sahad menduga kenaikan harga ini disebabkan kelangkaan ayam di tingkat peternakan. Ia berharap kondisi ini segera membaik.