Tutup
PerbankanTransportasi

Bencana Sumatera Utara Lumpuhkan Distribusi BBM

216
×

Bencana Sumatera Utara Lumpuhkan Distribusi BBM

Sebarkan artikel ini
banjir-dan-longsor-ganggu-distribusi-bbm-di-sumut
Banjir dan Longsor Ganggu Distribusi BBM di Sumut

Medan – Banjir dan longsor menerjang enam kabupaten/kota di Sumatera Utara (sumut), menyebabkan akses jalan lumpuh dan mengganggu distribusi bahan bakar minyak (BBM). Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.

PT Pertamina Patra Niaga tengah berupaya mengatasi kendala distribusi akibat longsor yang menutup jalur Sibolga-Padangsidimpuan.

Area manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa longsor membatasi pergerakan kendaraan besar.

“Potensi keterlambatan distribusi di beberapa lokasi masih mungkin terjadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).

Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan keamanan jalur distribusi dan mempercepat pembersihan material longsor.

Pola penyaluran BBM disesuaikan melalui mekanisme alih suplai regular-Choice-Emergency (RAE).Optimalisasi suplai dilakukan untuk SPBU di Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan padang Lawas utara.

Suplai BBM didukung dari IT Teluk Kabung, FT Dumai, dan IT Medan Group untuk produk Pertalite, Pertamax, biosolar, dan Dexlite.

Penyaluran energi ke Tapanuli Utara dan sekitarnya tetap terkoordinasi pasca longsor yang menutup Jalan Lintas Sibolga-Tarutung.

Material longsor menutup badan jalan, membuat jalur distribusi dari FT Sibolga ke SPBU di Tapanuli Utara dan sekitarnya tidak dapat dilalui mobil tangki.

Pertamina berkoordinasi dengan perusahaan transportir untuk menyesuaikan rute distribusi dan pengaturan suplai BBM. Alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor dan pembukaan jalur.

Penyaluran energi, khususnya LPG dan BBM, di Tapanuli Tengah juga terkendala akibat banjir. Akses jalan diberlakukan sistem buka tutup, memperlambat laju kendaraan dan berpotensi menimbulkan penyesuaian waktu tempuh distribusi.

Pangkalan LPG yang terdampak telah dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman. Pertamina berkoordinasi dengan agen LPG, pangkalan di sekitar lokasi, SPBE, dan lembaga terkait untuk memastikan suplai tetap berjalan.

Pemantauan suplai dan kondisi akses jalan dilakukan secara intensif sambil menunggu situasi banjir berangsur normal. Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan membeli LPG serta BBM sesuai kebutuhan.

Enam kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor adalah Tapanuli Tengah, mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli utara, Kota Sibolga, dan Nias.

Kapolda sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan mencatat 20 kejadian bencana, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.

Bencana ini menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian.

“Dampak kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor,” ujar Whisnu, Selasa (25/11/2025).