Jakarta – pemerintah menyiapkan anggaran jumbo untuk subsidi dan kompensasi listrik masyarakat di tahun 2025. Nilainya mencapai Rp 210 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Bahlil merinci, dari total anggaran tersebut, 24 golongan masyarakat akan menerima subsidi listrik. Sementara 13 golongan lainnya akan menerima kompensasi.
“Totalnya kurang lebih sekitar Rp 210 triliun untuk subsidi dan kompensasi listrik pada 2025,” kata Bahlil.
Angka ini termasuk alokasi sekitar Rp 12 triliun untuk diskon tarif listrik. Diskon ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi 2025 yang berlaku pada Maret,April,dan Mei.
“Sebagaimana yang sudah diputuskan oleh Bapak Menko Perekonomian waktu itu,” imbuh Bahlil.
Bahlil memastikan, anggaran subsidi dan kompensasi listrik ini sesuai dengan APBN. Anggaran telah ditetapkan dalam Nota Keuangan pada 17 Agustus lalu.
“Ini masih on the track. Belum ada perubahan atau penambahan anggaran, masih sesuai dengan batasan APBN,” tegasnya.
Selain subsidi listrik,Bahlil juga melaporkan perkembangan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Banda Aceh, pasokan listrik saat ini mencapai rata-rata 60 megawatt (MW). padahal,total kebutuhan mencapai sekitar 110 MW.
“Artinya, masih ada kekurangan sekitar 50 MW,” jelasnya.
Pemulihan pasokan listrik bergantung pada percepatan penyelesaian jaringan gardu induk. Progresnya saat ini mencapai 80-90 persen.
Bahlil menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam beberapa hari ke depan.
“Jika gardu induk sudah rampung, aliran listrik dari sistem Arun–Bireuen bisa kembali masuk secara normal. Dengan begitu, transmisi kelistrikan jalur Sumatera akan kembali terkoneksi sepenuhnya dengan sistem kelistrikan Aceh,” pungkasnya.







