Bursa Saham

Laba Bersih INDF Turun 19% di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

53
×

Laba Bersih INDF Turun 19% di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Logo PT Indofood Sukses Makmur Tbk terpampang di kantor pusat perusahaan.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 19% pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penurunan laba bersih sebesar 19% secara tahunan menjadi Rp 4,72 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan capaian laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang menyentuh Rp 5,84 triliun.

Manajemen Indofood menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menjadi faktor utama penekan laba bersih perseroan. Fluktuasi mata uang tersebut memicu lonjakan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pendanaan perusahaan.

Meskipun laba bersih tertekan, kinerja operasional perusahaan produsen barang konsumsi ini justru menunjukkan penguatan yang signifikan. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, penjualan neto konsolidasi Indofood tercatat mencapai Rp 65,53 triliun.

Perolehan penjualan tersebut tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 59,84 triliun. Pertumbuhan penjualan ini turut mengerek laba usaha perseroan sebesar 14% menjadi Rp 13,29 triliun.

Secara operasional, Indofood berhasil menjaga marjin laba usaha di level yang cukup sehat, yakni mencapai 20,3%. Hal ini menunjukkan bahwa fundamental bisnis inti perseroan tetap tangguh di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Pertumbuhan kinerja operasional juga terlihat dari catatan core profit atau laba inti perusahaan. Laba inti Indofood naik 7% menjadi Rp 6,18 triliun dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,78 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengatakan bahwa perusahaan tetap memprioritaskan pertumbuhan yang berkelanjutan. Fokus utama manajemen saat ini adalah menjaga keseimbangan antara penguasaan pangsa pasar dan profitabilitas.

Dari sisi neraca keuangan, posisi aset perseroan tercatat semakin kokoh hingga akhir Juni 2026. Total aset Indofood mencapai Rp 231,24 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 217,98 triliun.

Struktur permodalan perusahaan juga berada dalam kondisi yang stabil dengan total liabilitas sebesar Rp 106 triliun. Sementara itu, posisi ekuitas perseroan tercatat mencapai Rp 124,71 triliun.

Likuiditas perusahaan pun menunjukkan penguatan yang cukup signifikan pada semester pertama tahun ini. Saldo kas dan setara kas Indofood meningkat menjadi Rp 54,12 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 42,01 triliun.

Secara keseluruhan, laporan keuangan semester I-2026 ini menunjukkan bahwa tekanan pada laba bersih bersifat non-operasional. Manajemen menegaskan bahwa kenaikan penjualan dan laba usaha menjadi indikator bahwa bisnis utama Indofood masih bertumbuh secara positif.