NewsPendidikan

Flexing Prestasi Anak Memicu Tekanan Psikologis pada Mahasiswa

40
×

Flexing Prestasi Anak Memicu Tekanan Psikologis pada Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
pakar-unp,-prof.-zadrian-ardi-ingatkan-flexing-prestasi-anak-bisa-berujung-stres-akademik
Pakar UNP, Prof. Zadrian Ardi Ingatkan Flexing Prestasi Anak Bisa Berujung Stres Akademik

Padang – Kebiasaan orang tua memamerkan prestasi anak di media sosial kini berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental mahasiswa.

Prof. Dr. Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons., Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang, menyoroti bahwa rasa bangga yang berlebih kerap memicu munculnya tuntutan akademik yang sangat berat.

Banyak mahasiswa merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi, baik dari keluarga maupun standar pribadi, meskipun mereka sebenarnya memiliki potensi yang mumpuni.

Ketakutan akan kegagalan sering kali dipendam sendirian oleh mahasiswa karena mereka enggan membicarakan kondisi mentalnya kepada orang tua.

“Ada yang mengaku sudah mengerjakan skripsi, padahal belum memulainya sama sekali karena khawatir mengecewakan orang tua,” tutur pakar teknologi dan media dalam bimbingan konseling tersebut.

Tekanan psikologis yang diabaikan ini bisa berujung fatal, seperti munculnya perilaku menunda pekerjaan hingga ketergantungan pada obat tidur atau bantuan psikiater.

Zadrian menilai media sosial membuat mahasiswa merasa selalu dipantau dunia luar, sehingga muncul dorongan kuat untuk selalu terlihat sempurna.

Ia mengimbau para orang tua untuk tetap bisa mengapresiasi anak tanpa harus membanding-bandingkan pencapaian mereka dengan orang lain.

Sebagai langkah preventif, timnya tengah merancang model konseling daring yang menerapkan pendekatan Psychological First Aid (PFA) sejak dini.

Pencegahan gangguan psikologis berat dapat dilakukan dengan membangun komunikasi dua arah yang sehat antara orang tua dan anak.

“Ekspektasi boleh ada, tetapi jangan sampai berubah menjadi tekanan bagi anak,” tegasnya.