Tutup
Regulasi

Uang Beredar November 2025 Tembus Rekor: Data BI Terbaru

282
×

Uang Beredar November 2025 Tembus Rekor: Data BI Terbaru

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Likuiditas perekonomian Indonesia terus menunjukkan sinyal positif. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa peredaran uang di masyarakat, yang tercermin dari pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2), mengalami peningkatan signifikan pada November 2025.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui angka pertumbuhan pada Oktober 2025 yang sebesar 7,7% (yoy).

Dengan peningkatan ini, total uang beredar mencapai Rp 9.891,6 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa akselerasi ini terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang cukup kuat, yaitu sebesar 11,4% (yoy).

Angka ini mencerminkan aktivitas transaksi masyarakat dan dunia usaha yang tetap solid. Selain itu, uang kuasi juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,9% (yoy).

BI juga menyoroti peran penting pemerintah pusat dan sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan M2.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan pengelolaan fiskal dan pembiayaan pemerintah yang dinamis.

“Perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit,” ujar Denny.

Tagihan bersih kepada Pempus pada November 2025 tumbuh 8,7% (yoy), meningkat dari 5,4% (yoy) pada Oktober 2025.

Sektor perbankan juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Penyaluran kredit tumbuh 7,9% (yoy) pada November 2025, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 7,0% (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih masih mencatatkan pertumbuhan, meskipun sedikit melambat. Pada November 2025, aktiva luar negeri bersih tumbuh 9,7% (yoy), setelah mencatat pertumbuhan 10,4% (yoy) pada Oktober 2025.

Kondisi ini mencerminkan stabilitas transaksi eksternal dan posisi cadangan devisa yang tetap terjaga.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…