Tutup
Regulasi

Uang Beredar November 2025 Tembus Rekor: Data BI Terbaru

237
×

Uang Beredar November 2025 Tembus Rekor: Data BI Terbaru

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Likuiditas perekonomian Indonesia terus menunjukkan sinyal positif. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa peredaran uang di masyarakat, yang tercermin dari pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2), mengalami peningkatan signifikan pada November 2025.

Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,3% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui angka pertumbuhan pada Oktober 2025 yang sebesar 7,7% (yoy).

Dengan peningkatan ini, total uang beredar mencapai Rp 9.891,6 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa akselerasi ini terutama didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang cukup kuat, yaitu sebesar 11,4% (yoy).

Angka ini mencerminkan aktivitas transaksi masyarakat dan dunia usaha yang tetap solid. Selain itu, uang kuasi juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,9% (yoy).

BI juga menyoroti peran penting pemerintah pusat dan sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan M2.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan pengelolaan fiskal dan pembiayaan pemerintah yang dinamis.

“Perkembangan M2 pada November 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit,” ujar Denny.

Tagihan bersih kepada Pempus pada November 2025 tumbuh 8,7% (yoy), meningkat dari 5,4% (yoy) pada Oktober 2025.

Sektor perbankan juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Penyaluran kredit tumbuh 7,9% (yoy) pada November 2025, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 7,0% (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih masih mencatatkan pertumbuhan, meskipun sedikit melambat. Pada November 2025, aktiva luar negeri bersih tumbuh 9,7% (yoy), setelah mencatat pertumbuhan 10,4% (yoy) pada Oktober 2025.

Kondisi ini mencerminkan stabilitas transaksi eksternal dan posisi cadangan devisa yang tetap terjaga.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…