Tutup
Regulasi

Rekomendasi Saham: IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini!

770
×

Rekomendasi Saham: IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (23/12/2025). Sentimen positif dari dalam dan luar negeri diperkirakan menjadi pendorong utama.

Pada perdagangan Senin (22/12/2025), IHSG berhasil bangkit (rebound) dan menguat 0,42% ke level 8.645,84. Sektor energi menjadi bintang utama yang menopang kenaikan indeks.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, melihat bahwa penguatan IHSG ini mencerminkan respons positif pasar terhadap data pertumbuhan uang beredar (M2) yang baru dirilis.

“Pergerakan positif ini mencerminkan respons pasar terhadap rilis data M2 yang tumbuh tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir,” kata Reza.

Selain itu, harga emas yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa juga turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

“Harga emas yang kembali mencetak all time high turut memperkuat sentimen pasar, seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global,” imbuhnya.

Secara teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam fase bullish dan berpotensi melanjutkan penguatan.

“Level resistance terdekat berada di 8.656, sementara support penting berada di area 8.600,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama indeks mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Untuk perdagangan Selasa (23/12/2025), Reza memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance di 8.656 dan support di 8.600. Pasar juga akan mencermati rilis data Durable Goods Orders dan GDP Growth Rate Amerika Serikat.

Reza merekomendasikan beberapa saham untuk trading jangka pendek, yaitu ANTM (area buy Rp 3.140-Rp 3.180, target resistance Rp 3.270-Rp 3.350, stop loss di bawah Rp 3.100), NCKL (area buy Rp 1.040-Rp 1.060, target resistance Rp 1.100-Rp 1.130, stop loss di bawah Rp 1.000), serta BUMI (area buy Rp 375-Rp 385, target resistance Rp 405-Rp 422, stop loss di bawah Rp 368).

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa optimisme pasar juga didorong oleh meredanya tekanan inflasi global.

“Sentimen cooling down inflation membuat optimisme investor terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun depan semakin meningkat,” ujar Nafan.

Dari sisi domestik, langkah pemerintah di penghujung 2025 dinilai strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Penguatan fundamental dan tata kelola, termasuk transformasi kelembagaan BUMN dan reformasi regulasi, menjadi persiapan menuju target pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026,” katanya.

Dari sisi teknikal, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan support di 8.600 dan 8.553 serta resistance di 8.666 dan 8.706.

“Strategi yang dapat diterapkan investor adalah melakukan akumulasi pada saham-saham pilihan dengan prospek solid, menerapkan buy on dip, merealisasikan profit bila diperlukan, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…