Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Pedagang Parsel Nataru Cikini Keluhkan Penjualan Menurun

305
×

Pedagang Parsel Nataru Cikini Keluhkan Penjualan Menurun

Sebarkan artikel ini
lesu-jualan-parsel-jelang-nataru,-bingkisan-cantik-sekadar-pajangan
Lesu Jualan Parsel Jelang Nataru, Bingkisan Cantik Sekadar Pajangan

Jakarta – Pedagang parsel di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, mengeluhkan penjualan yang lesu menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penjualan tahun ini bahkan disebut menurun dibandingkan tahun lalu.

Kios-kios yang memajang parsel-parsel cantik terlihat sepi pembeli. Hanya beberapa orang yang tampak melihat-lihat dan bertanya harga.

Sri,seorang pedagang parsel,mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, perayaan Nataru semakin dekat.

“Lebih ramai tahun lalu,biasanya tanggal segini sudah mulai ramai pesanan,tetapi sekarang justru sepi,” ujarnya.

Sri menambahkan, selama sebulan terakhir menjelang Nataru, ia hanya berhasil menjual sekitar 200-300 paket parsel. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk menyiasati penurunan penjualan, Sri menyesuaikan tema parsel dengan selera dan budget konsumen. Ia menawarkan berbagai pilihan, mulai dari parsel makanan hingga barang pecah belah.

“Sekarang lebih disesuaikan ke selera dan budget dari konsumen saja, pengennya gimana.Untuk parsel makanan mulai dari harga Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, untuk parsel pecah belah bisa mulai dari harga di bawah Rp1 juta,” jelasnya.

Sri menduga penurunan penjualan ini disebabkan karena momen Nataru yang berdekatan dengan Imlek dan Idulfitri. “Iya, sekarang lebih sepi karena masih ada Imlek dan lebaran nanti kan,” katanya.

Asep,seorang karyawan di kios lain,juga membenarkan bahwa penjualan parsel lebih ramai menjelang Lebaran. Menurutnya, budaya mengirim bingkisan saat Idulfitri lebih umum dilakukan dibandingkan saat Nataru.

“biasanya memang lebih ramai pesanan parsel saat Lebaran, karena kan masyarakat lebih umum gitu buat ngasihnya,” ujar Asep.

Asep mengaku, saat Nataru, ia lebih banyak mengerjakan pesanan parsel dari pelanggan tetap, baik dari perusahaan maupun perorangan.

“Untuk Natal saya biasanya banyak ngerjain yang sudah langganan, dari kantor atau ya seorangan gitu, sih,” tambahnya.

Kristi, seorang pembeli parsel, mengaku lebih selektif dalam membeli parsel tahun ini. Ia membuat daftar harga,jumlah bingkisan,dan penerima parsel. Hal ini karena momen Nataru kali ini berdekatan dengan Idulfitri.

Ia menyiasati budget belanja dengan memberikan parsel Nataru hanya kepada orang-orang yang merayakan Natal saja. Tujuannya agar ia bisa mengirimkan hantaran lebaran kepada kerabat dan teman muslim saat Idulfitri nanti.”Jadi nanti untuk orang-orang yang lebaran nanti saya bisa kasih juga gitu, sih,” pungkasnya.