Tutup
Regulasi

Saham Negara Berkembang Melesat di 2026: Peluang AI?

373
×

Saham Negara Berkembang Melesat di 2026: Peluang AI?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pasar saham negara berkembang mengawali tahun 2026 dengan tren positif, melanjutkan reli tahunan yang fantastis senilai US$7,2 triliun. Peran Asia yang semakin sentral dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pendorong utama penguatan ini.

Saham-saham teknologi di China mencatatkan lonjakan tertinggi sejak September, mendongkrak indeks acuan di Korea Selatan dan Taiwan hingga mencapai rekor tertingginya sepanjang masa.

Menurut data *Bloomberg*, indeks saham negara berkembang MSCI Inc. melonjak 1,6% pada pukul 09.01 waktu London. Level ini menjadi yang tertinggi sejak Februari 2021.

Kinerja ini menempatkan indeks tersebut hanya terpaut sekitar 20 poin atau 1,6% dari rekor tertingginya sepanjang sejarah. Pada tahun sebelumnya, saham pasar negara berkembang mencatatkan reli tahunan terbesar sejak 2017, melampaui indeks S&P 500, didorong oleh saham-saham berbasis AI dan emiten emas.

Sementara itu, pergerakan mata uang cenderung stabil dengan indeks utama terkoreksi tipis 0,1%. Rand Afrika Selatan menjadi mata uang negara berkembang dengan penguatan terbesar, sedangkan yuan China mencapai level tertinggi sejak Mei 2023 di pasar *offshore*.

Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve (The Fed). Pasar uang memperkirakan pemangkasan suku bunga AS berikutnya baru akan terjadi pada Juni.

Gelombang optimisme menyelimuti pasar negara berkembang pascareli 2025. Investor global semakin gencar mengalihkan aset dari AS, menyoroti perbaikan indikator fiskal dan moneter di negara-negara berkembang.

Beberapa faktor kunci yang akan memengaruhi pasar di awal tahun ini meliputi arah ekonomi China, kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, serta kekhawatiran terkait valuasi saham AI.

Keputusan perdagangan dan geopolitik Donald Trump juga turut mewarnai sentimen pasar. Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga oleh bank sentral lokal mendorong strategi investasi yang lebih selektif.

Varun Laijawalla, manajer portofolio di Ninety One Plc., menekankan pentingnya peran strategis pemimpin teknologi di pasar negara berkembang.

“Lingkungan global saat ini mengarah pada diversifikasi yang berkelanjutan, menjauhi pasar negara maju yang sangat terkonsentrasi dan mahal,” ujarnya, dikutip *Bloomberg* pada Sabtu (3/1/2026).

Lajawalla menambahkan bahwa dengan kontribusi AS terhadap sekitar dua pertiga dari indeks ekuitas global, realokasi yang relatif kecil saja dapat menghasilkan arus masuk yang signifikan ke pasar negara berkembang.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks masih menunggu datangnya sentimen positif untuk bisa kembali naik harga. Untuk perdagangan pekan ini, analis memproyeksi harga big banks masih akan dipengaruhi beberapa sentimen. Adapun dalam perdagangan sepekan kemarin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam 3,39% menjadi Rp 5.700. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat di harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Menurutnya, keberadaan DSI berpotensi memperbaiki transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejak beberapa bulan kemarin, regulator sudah menetapkan kebijakan baru mengenai batas saham beredar bebas alias free float menjadi minimum 15%. Menjelang tenggat waktu kebijakan ini, sejumlah emiten bank terlihat masih kesulitan meningkatkan jumlah free float-nya. Dari riset Kontan, sampai dengan Senin (1/6/2026), setidaknya masih ada sekitar 24 emiten bank yang jumlah free float-nya belum mencapai free float 15%. Untuk…