Regulasi

Saham LQ45: Prospek 2026, Analisis, dan Rekomendasi Terbaru

792
×

Saham LQ45: Prospek 2026, Analisis, dan Rekomendasi Terbaru

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kinerja Indeks LQ45 pada tahun 2025 kurang menggembirakan, hanya tumbuh 2,41% *year-to-date* (ytd), jauh di bawah performa IHSG yang melesat 22,13%.

Indeks yang menjadi acuan utama *fund manager* ini tertekan aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 52,42 triliun.

Analis Fundamental BRI Danareksa Abida Massi Armand mengatakan, ketidakpastian kebijakan moneter global, terutama kenaikan suku bunga Bank of Japan, turut memicu kekhawatiran pembalikan aktivitas *carry trade*.

Saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi pemberat utama indeks.

Selain itu, ACES terkoreksi akibat penurunan pertumbuhan penjualan, sementara emiten ritel, konsumer, dan tambang seperti AMRT, MAPA, ICBP, dan AMMN menghadapi tantangan operasional serta fluktuasi harga komoditas.

Namun, kondisi ini justru menciptakan valuasi yang lebih menarik bagi investor untuk mengakumulasi saham sebelum memasuki fase pemulihan.

Prospek Cerah di Tahun 2026

Abida memproyeksikan prospek saham LQ45 di tahun 2026 sangat positif, dengan target IHSG menembus level 10.000.

Optimisme ini didorong oleh fundamental ekonomi nasional yang solid, ekspektasi penurunan suku bunga acuan, serta stimulus fiskal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menggerakkan sektor riil.

Sentimen negatif yang perlu diwaspadai adalah risiko ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat dan normalisasi lanjutan suku bunga Jepang.

Saham Penggerak Indeks

Sektor perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI diperkirakan akan kembali menjadi penggerak indeks, didukung oleh pemulihan aliran modal asing dan kebijakan dividen yang kuat.

Sektor konsumer dan peternakan, melalui emiten seperti ICBP, INDF, CPIN, dan JPFA, diprediksi menjadi penopang utama berkat lonjakan permintaan dari Program MBG serta potensi penguatan margin keuntungan akibat melandainya harga bahan baku.

ASII juga diperkirakan akan menyokong indeks seiring dengan peningkatan penetrasi kendaraan listrik dan diversifikasi bisnis ke sektor mineral dan kesehatan.

Abida merekomendasikan *buy* pada saham BBCA dengan target harga Rp 10.800, BMRI pada target Rp 5.500, ASII dengan target Rp 7.450, dan TLKM yang diproyeksikan mencapai Rp 4.000.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…