Tutup
Regulasi

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Konflik AS-Venezuela Tak Goyahkan Pasar

258
×

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Konflik AS-Venezuela Tak Goyahkan Pasar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan performa gemilang di awal tahun 2026, bahkan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Pada perdagangan Senin (5/1/2026), IHSG melonjak signifikan sebesar 111,06 poin atau 1,27% dan ditutup di level 8.859,19.

Investor asing juga menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dengan mencatatkan *net buy* atau beli bersih sebesar Rp 38,87 miliar di seluruh pasar.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan tren positif di bursa regional.

Sebagai contoh, indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup menguat 2,97%, sementara Shanghai Composite Index juga naik 1,38%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa optimisme pasar terhadap perekonomian Asia menjadi pendorong utama penguatan IHSG dan bursa regional.

Meski demikian, investor tetap mencermati dampak aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela dan bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama di AS pada pekan ini.

Di dalam negeri, inflasi Indonesia menunjukkan peningkatan pada Desember, dengan inflasi utama mencapai level tertinggi dalam 20 bulan sebesar 2,95% dan inflasi inti juga menembus titik tertinggi.

“Meskipun keduanya masih berada di dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5%–3,5%, ini membatasi urgensi pengetatan kebijakan,” ujar Nico.

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menambahkan bahwa serangan AS terhadap Venezuela tidak berdampak signifikan pada pasar modal, tetapi justru mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.

Valdy mencermati bahwa penguatan IHSG didukung oleh saham-saham berbasis komoditas. Hal ini tercermin dari indeks IDX sektor bahan baku yang menjadi indeks sektoral dengan kenaikan tertinggi, yakni 2,62% di sepanjang perdagangan.

Namun, sentimen ini berdampak pada nilai tukar rupiah yang tertekan.

Pada Senin (5/1/2026), rupiah di pasar spot melemah Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.740 per dolar AS.

“Secara teknikal, indikator MACD membentuk *Golden Cross* seiring dengan penguatan *Stochastic RSI* di area pivot. Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli,” jelasnya.

Oleh karena itu, Valdy memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.000, dengan proyeksi akan menguji level *resistance* di 8.900 dan *support* di 8.700.

Secara teknikal, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang menguat ke rentang area 8.852–8.905.

Dia memproyeksikan, IHSG akan menguji level *support* di 8.705 dan 8.584 dengan *resistance* di 8.822 dan 8.870.

Regulasi

Masuk ke dunia saham sering terasa menarik sekaligus membingungkan, terutama bagi pemula. Banyak yang tergoda ikut tren hanya karena melihat harga naik atau ramai diperbincangkan, padahal keputusan seperti ini berisiko tinggi. Tanpa pemahaman yang cukup, investasi bisa berubah menjadi spekulasi yang jauh dari tujuan awal. Padahal, saham yang layak …

Regulasi

Pasar saham Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya minat generasi muda terhadap instrumen investasi yang lebih modern dan fleksibel. Salah satu instrumen yang sering menjadi sorotan adalah saham blue chip, yaitu saham dari perusahaan besar yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, s…