Tutup
Regulasi

Harga Saham Energi Naik: AS Kelola Perusahaan Minyak Venezuela

203
×

Harga Saham Energi Naik: AS Kelola Perusahaan Minyak Venezuela

Sebarkan artikel ini

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Aksi AS di Venezuela Jadi Katalis

New York – Wall Street ditutup dengan catatan gemilang pada perdagangan Senin (5/1), dengan indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sentimen positif ini didorong oleh lonjakan saham sektor keuangan dan reli saham energi, menyusul langkah militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela.

Indeks S&P 500 melonjak 0,64 persen ke level 6.902,05 poin.

Nasdaq menguat 0,69 persen menjadi 23.395,82 poin.

Dow Jones melonjak 1,23 persen ke 48.977,18 poin.

Aktivitas perdagangan sangat ramai, dengan volume mencapai 19,1 miliar saham.

Aksi AS terhadap Venezuela memicu optimisme di kalangan investor. Mereka berharap perusahaan-perusahaan minyak AS akan mendapatkan akses lebih luas ke cadangan minyak terbesar di dunia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS pekan ini. Agenda pertemuan adalah membahas peningkatan produksi minyak di Venezuela.

Sektor energi langsung merespons positif. Indeks energi S&P 500 melonjak 2,7 persen ke level tertinggi sejak Maret 2025. Exxon Mobil dan Chevron mencatatkan kenaikan signifikan.

“Saham-saham sektor energi benar-benar diuntungkan dari ekspektasi bahwa Presiden Trump bermaksud mendorong mereka melakukan investasi lebih banyak di Venezuela,” kata Rob Haworth, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management Seattle.

Selain energi, saham sektor pertahanan juga menguat seiring meningkatnya belanja militer. Lockheed Martin dan General Dynamics naik, mendorong indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.

Pergerakan saham teknologi bervariasi. Tesla naik 3,1 persen setelah tujuh hari berturut-turut melemah. Sementara itu, Nvidia dan Apple justru terkoreksi.

Sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama pasar. Indeks keuangan S&P 500 naik 2,2 persen seiring ekspektasi pertumbuhan laba kuartalan. Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi.

“Suasana pasar belakangan ini cenderung mendukung saham-saham keuangan,” kata Steve Sosnick, Chief Market Analyst di Interactive Brokers.

Saham-saham terkait kripto juga menguat seiring bitcoin menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. MicroStrategy naik hampir 5 persen, sedangkan Coinbase melonjak 7,8 persen.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan *nonfarm payrolls* yang dijadwalkan Jumat (9/1). Data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada 2026. Pasar saat ini berekspektasi pemangkasan suku bunga sekitar 60 basis poin tahun ini.