Regulasi

IPO Bank Jakarta: Penundaan Target ke 2027, Apa Alasannya?

337
×

IPO Bank Jakarta: Penundaan Target ke 2027, Apa Alasannya?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Rencana penawaran saham perdana (IPO) Bank Jakarta kembali menjadi sorotan, seiring dengan bergesernya target waktu pelaksanaan ke awal 2027.

Semula, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini melantai di bursa pada awal 2026.

Penundaan ini didasari oleh serangkaian pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk pembenahan fundamental, penunjukan konsultan, pemenuhan aspek keterbukaan, serta sinkronisasi dengan regulator dan otoritas pasar modal.

Bagi investor dan publik, pertanyaan utama kini adalah, seberapa siap Bank Jakarta menghadapi mekanisme pasar?

Dorongan IPO ini muncul seiring dengan agenda transformasi dan rebranding bank.

Pada pertengahan 2025, Gubernur DKI Jakarta saat itu, menempatkan rencana go public sebagai salah satu tugas utama manajemen Bank DKI, yang kemudian berganti nama menjadi Bank Jakarta.

Gubernur menekankan pentingnya pengawasan publik agar pengelolaan bank menjadi lebih baik dan transparan.

Target awal IPO Bank Jakarta adalah dalam waktu lima hingga enam bulan, atau paling lama satu tahun.

Indikator pembagian dividen menjadi salah satu modal cerita kinerja bank.

Bank DKI mengumumkan pembagian dividen Rp 249,31 miliar atau 32 persen dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 779,10 miliar.

Pada Mei 2025, Pemprov DKI Jakarta telah membahas rencana IPO Bank DKI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK menyambut baik niat Pemprov, namun menekankan aspek prosedural dan kesiapan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK menyatakan bahwa Bank DKI belum ada dalam pipeline proses IPO OJK.

OJK mendorong perusahaan berkembang melalui pasar modal, termasuk BPD, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan.

IPO dinilai dapat mendukung permodalan, perbaikan tata kelola, dan transparansi.

OJK juga menggarisbawahi prinsip keterbukaan, di mana calon emiten wajib mengungkapkan informasi dan fakta material di prospektus.

Pada akhir 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengisyaratkan bahwa Bank Jakarta tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang akan IPO dalam waktu dekat.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI menyebutkan, saat itu terdapat sekitar tujuh perusahaan dalam pipeline IPO, namun belum ada nama Bank Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta sempat menargetkan IPO sebelum akhir 2025, dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 4 triliun.

Pada awal 2026, target IPO Bank Jakarta resmi digeser ke awal 2027.

Manajemen menekankan bahwa persiapan mencakup perbaikan fundamental dan proses penunjukan konsultan.

Bank Jakarta membidik dana segar hingga Rp3 triliun melalui IPO tersebut.

Pemprov DKI Jakarta berpendapat, IPO dibutuhkan agar bank lebih sehat dan tidak bergantung pada figur maupun struktur pemerintahan.

Gubernur saat itu menyebutkan, koordinasi dilakukan secara berkelanjutan dengan Bank Indonesia (BI) dan OJK.

Merujuk pada pengalaman IPO di sektor perbankan, pasar biasanya menunggu beberapa hal sebelum menilai kesiapan emiten.

Pertama, kesiapan administratif dan keterbukaan informasi.

Kedua, status bank dalam pipeline IPO di BEI.

Ketiga, keselarasan rencana bisnis dan komunikasi dengan regulator.

Keempat, penggunaan dana hasil IPO untuk menyehatkan bank dan memperkuat profesionalisme.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…