Tutup
Politik

Prabowo Bahas Konflik AS-Venezuela di Retreat Kabinet Hambalang

172
×

Prabowo Bahas Konflik AS-Venezuela di Retreat Kabinet Hambalang

Sebarkan artikel ini

Hambalang – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyinggung dinamika konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela dalam retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Meskipun demikian, Indonesia tetap berpegang pada posisi netral dan menyerahkan urusan Venezuela kepada rakyatnya sendiri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Prabowo hanya memberikan gambaran umum mengenai konflik tersebut.

“Beliau (presiden) hanya memberikan gambaran saja secara umum saja,” ujar Prasetyo Hadi saat konferensi pers.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Indonesia akan mengikuti pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait situasi di Venezuela. Pemerintah memandang dinamika politik di Venezuela sebagai urusan internal negara tersebut.

“Kita lebih baik konsentrasi di dalam. Sudah disampaikan oleh Pak Menteri Luar Negeri bahwa itu menjadi, intinya (urusan) masing-masing negara,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemlu melalui akun X pada Senin (5/1) menyampaikan keprihatinan atas ancaman kekerasan.

Kemlu menekankan bahwa penggunaan kekerasan berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Kementerian juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghormati hak rakyat Venezuela.

“Sangat penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela untuk menjalankan kedaulatan mereka dan menentukan jalan serta masa depan mereka sendiri,” tulis Kemlu.

Indonesia juga mendesak semua pihak untuk berdialog, menahan diri, dan menghormati hukum internasional, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Khususnya perlindungan warga sipil, yang keselamatan dan kesejahteraannya harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas Kemlu.

Informasi ini mencuat setelah adanya klaim bahwa Militer Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi pada Sabtu (3/1) dini hari.

Presiden AS Donald Trump juga dikabarkan menyatakan bahwa Amerika akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers.