NewsPolitik

Zigo Rolanda Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kabupaten Solok

53
×

Zigo Rolanda Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
ini-dia-deretan-program-yang-dibawa-zigo-rolanda-untuk-masyarakat-kabupaten-solok
Ini Dia Deretan Program yang Dibawa Zigo Rolanda untuk Masyarakat Kabupaten Solok

Solok – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, membawa kabar gembira terkait gelontoran program pembangunan strategis yang akan menyasar Kabupaten Solok sepanjang tahun 2026.

Kepastian tersebut ia sampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pengendalian banjir di Batang Paninggahan, Nagari Paninggahan, pada Selasa (4/8/2026).

Momen reses tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, jajaran Forkopimca, perwakilan instansi teknis, serta para tokoh masyarakat setempat.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp161 miliar khusus untuk menormalisasi tujuh aliran sungai besar.

Daftar sungai yang akan ditangani meliputi Batang Paninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Sumani, Batang Saniangbaka, Batang Limau, Batang Lembang, dan Batang Gawan.

Zigo menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memulihkan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat dengan total dana Rp17,8 triliun hingga 2029.

Pihaknya menargetkan pengerjaan fisik di Batang Paninggahan sudah bisa dimulai paling lambat akhir September atau awal Oktober 2026.

Ia meminta dukungan penuh seluruh elemen masyarakat agar proyek strategis ini berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.

Selain pengendalian banjir, Zigo juga mendorong percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui dukungan CSR kementerian.

Ia menilai hibah lahan dari warga untuk proyek SPAM sebagai investasi sosial yang bernilai amal jariyah bagi masyarakat.

Program bantuan bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumatera Barat juga tercatat mengalami lonjakan drastis.

Kuota bantuan tersebut naik signifikan dari 826 unit pada 2025 menjadi 8.471 unit untuk tahun 2026.

Khusus untuk Kabupaten Solok, pemerintah menetapkan alokasi rehabilitasi rumah sebanyak 280 unit.

Zigo menegaskan bahwa prosedur verifikasi penerima kini semakin ketat melalui kewajiban unggah foto kondisi bangunan via aplikasi resmi.

Sistem baru ini dirancang untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran bantuan dibandingkan periode sebelumnya.

Di akhir pertemuan, ia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus mengawal agar seluruh proyek pembangunan rampung tepat waktu.