Tutup
Regulasi

Rekomendasi Saham: Analisis Teknikal RATU, BBTN, WIIM

339
×

Rekomendasi Saham: Analisis Teknikal RATU, BBTN, WIIM

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026), IHSG parkir di zona hijau dan melanjutkan tren positif sejak awal tahun.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG naik 11,20 poin atau 0,13% ke level 8.944,81. Kenaikan ini didorong oleh penguatan lima sektor dari total 11 sektor yang ada di BEI.

Para analis memberikan rekomendasi teknikal untuk sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Berikut ulasan selengkapnya:

1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Saham RATU berpotensi membentuk fase *bullish consolidation* selama berada di atas MA60. Indikator *Stochastics* K_D juga menunjukkan sinyal positif. Pada perdagangan Rabu, saham RATU ditutup melemah 5,87% ke level Rp 10.025 per saham.

* Rekomendasi: *Accumulative Buy*
* *Support*: Rp 9.325
* *Resistance*: Rp 10.975

2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Saham BBTN kembali tertahan *resistance* MA50 di level 1.183 dan mengonfirmasi pergerakan *sideways* yang belum selesai. Indikator MACD bergerak menguat meski lambat. Pada perdagangan Rabu, saham BBTN ditutup melemah 0,43% ke level Rp 1.165 per saham.

* Rekomendasi: *Spec Buy*
* *Support*: Rp 1.140
* *Resistance*: Rp 1.245

3. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

Saham WIIM menguat 7,53% ke level 1,785 disertai dengan peningkatan volume pembelian. Analis memperkirakan WIIM saat ini berada di akhir *wave* (i) dari *wave* [v]. Pada perdagangan Rabu, saham WIIM ditutup naik 7,53% ke level Rp 1.785 per saham.

* Rekomendasi: *Speculative Buy*
* *Support*: Rp 1.705
* *Resistance*: Rp 1.815

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…