Tutup
Regulasi

Rekomendasi Saham: Analisis Teknikal RATU, BBTN, WIIM

400
×

Rekomendasi Saham: Analisis Teknikal RATU, BBTN, WIIM

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026), IHSG parkir di zona hijau dan melanjutkan tren positif sejak awal tahun.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG naik 11,20 poin atau 0,13% ke level 8.944,81. Kenaikan ini didorong oleh penguatan lima sektor dari total 11 sektor yang ada di BEI.

Para analis memberikan rekomendasi teknikal untuk sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Berikut ulasan selengkapnya:

1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Saham RATU berpotensi membentuk fase *bullish consolidation* selama berada di atas MA60. Indikator *Stochastics* K_D juga menunjukkan sinyal positif. Pada perdagangan Rabu, saham RATU ditutup melemah 5,87% ke level Rp 10.025 per saham.

* Rekomendasi: *Accumulative Buy*
* *Support*: Rp 9.325
* *Resistance*: Rp 10.975

2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Saham BBTN kembali tertahan *resistance* MA50 di level 1.183 dan mengonfirmasi pergerakan *sideways* yang belum selesai. Indikator MACD bergerak menguat meski lambat. Pada perdagangan Rabu, saham BBTN ditutup melemah 0,43% ke level Rp 1.165 per saham.

* Rekomendasi: *Spec Buy*
* *Support*: Rp 1.140
* *Resistance*: Rp 1.245

3. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)

Saham WIIM menguat 7,53% ke level 1,785 disertai dengan peningkatan volume pembelian. Analis memperkirakan WIIM saat ini berada di akhir *wave* (i) dari *wave* [v]. Pada perdagangan Rabu, saham WIIM ditutup naik 7,53% ke level Rp 1.785 per saham.

* Rekomendasi: *Speculative Buy*
* *Support*: Rp 1.705
* *Resistance*: Rp 1.815

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…