Tutup
Regulasi

FOLK Private Placement: Multi Garam Utama Targetkan Rp 56,99 Miliar

290
×

FOLK Private Placement: Multi Garam Utama Targetkan Rp 56,99 Miliar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), emiten yang bergerak di bidang investment holding, akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau *private placement* setelah mendapat restu dari pemegang saham.

Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 12 Desember 2024 lalu.

Awalnya, RUPSLB menyetujui penerbitan maksimal 394,81 miliar saham baru. Namun, FOLK akan merealisasikan PMTHMETD I sebanyak 143,21 juta saham baru, setara dengan 3,63%.

Saham baru ini akan diambil oleh pemegang saham utama FOLK, yaitu PT Garam Ventura Indonesia, dan juga oleh Sutopo Widodo.

Manajemen FOLK mengumumkan harga pelaksanaan *private placement* sebesar Rp 398 per saham. Dengan demikian, FOLK berpotensi mengumpulkan dana segar sebesar Rp 56,99 miliar.

Harga pelaksanaan ini ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham FOLK di Pasar Reguler selama 25 hari bursa berturut-turut.

Dana yang diperoleh dari *private placement* akan dialokasikan untuk dua tujuan utama.

Pertama, pengembangan usaha melalui investasi yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi FOLK atau entitas usahanya di masa depan.

Kedua, dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja serta kegiatan umum usaha perseroan atau entitas usaha (*general corporate purposes*).

Pelaksanaan *private placement* dijadwalkan pada 8 Januari 2026, sementara pencatatan saham hasil *private placement* akan dilakukan pada 15 Januari 2026.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Grup Bakrie kembali bermanuver di pasar modal dengan menggelar aksi korporasi. Berbagai langkah ditempuh, salah satunya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dalam catatan Kontan, setidaknya ada tiga emiten Grup Bakrie yang akan melakukan rights issue. Yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang berencana menerbitkan 86,70 miliar saham dengan potensi dilusi 33,33%. Meski…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah emiten akan mendapatkan dampak langsung pasca Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah kriteria evaluasi indeks-indeks utama, yaitu LQ45, IDX30, dan IDX80. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai, perubahan kriteria tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan representasi pasar yang lebih sehat. Dengan kriteria baru yang lebih ketat, saham-saham seperti PT Surya Citra Media Tbk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menetapkan pembagian total dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per lembar saham. Pembagian nilai dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan awal bulan ini. Adapun total nilai dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,76 poin atau 0,24% ke 7.541,61 pada akhir perdagangan Rabu (22/4/2026). Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan pelemahan IHSG sebelumnya disertai SumbarSumbarbisnis.com sell asing Rp 1,04 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BRPT, dan TLKM. Untuk perdagangan Kamis (23/4), Fanny memproyeksikan IHSG berpeluang menguat…