Tutup
Teknologi

Warganet Bangkitkan Nostalgia 2016, Media Sosial Kembali Berputar

331
×

Warganet Bangkitkan Nostalgia 2016, Media Sosial Kembali Berputar

Sebarkan artikel ini
tren-media-sosial-terbaru,-warganet-ramai-ramai-nostalgia-ke-tahun-2016
Tren Media Sosial Terbaru, Warganet Ramai-ramai Nostalgia ke Tahun 2016

Jakarta – Tahun 2026 di media sosial diramaikan nostalgia 2016. Warganet beramai-ramai mengenang satu dekade lalu, menjadikan 2026 sebagai “2016 versi baru”.

Linimasa media sosial dipenuhi unggahan throwback, bukan tren terkini. Foto lawas, filter jadul, dan lagu populer era 2016 kembali viral.

Tren kolektif ini melibatkan jutaan pengguna. mereka mengunggah ulang foto lama,memakai filter Instagram klasik,dan membuat video kompilasi simbol ikonik era tersebut.

Tagar #2016 kembali meroket. Di TikTok, tagar ini telah digunakan lebih dari 1,7 juta kali.

Isinya beragam, mulai dari gaya berpakaian khas 2016 seperti skinny jeans dan choker, hingga tantangan viral seperti bottle flip challenge dan mannequin challenge.

Bagi banyak orang, 2016 dianggap masa media sosial lebih santai. Belum terlalu penuh tekanan algoritma dan didominasi tren serba cepat seperti sekarang.

Pengguna TikTok @taybrafang membagikan montase momen ikonik 2016 di malam pergantian tahun. Unggahan ini memicu diskusi nostalgia lebih luas.

“Satu dekade lalu malam ini,” tulisnya dalam video.

Video tersebut menampilkan potongan budaya pop 2016, seperti aplikasi musical.ly, flower crown, hingga lagu hip-hop dan pop yang merajai tangga lagu.

Banyak warganet rindu pada 2016.Mereka menganggapnya masa yang lebih ringan, baik secara personal maupun sosial.

Meski tidak sempurna, tahun tersebut dipersepsikan sebagai periode sebelum berbagai krisis global dan tekanan digital semakin terasa.

Tren nostalgia ini merambah dunia musik. Lagu populer satu dekade lalu kembali menjadi soundtrack utama di TikTok dan Instagram Reels.

Judul seperti “Panda”, “Lean On”, “black Beatles”, “Starboy”, hingga “Love Yourself” kembali sering muncul di linimasa.

Mendengarkan lagu-lagu tersebut memberikan rasa aman dan familiar di tengah dunia yang terasa semakin cepat berubah.