Jakarta – Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan menggunakan teknologi rahasia futuristik bernama ‘Ghost murmur’ untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di wilayah Iran pada 3 April 2026.
Teknologi ini bukan sekadar alat pelacak GPS biasa. Ghost Murmur merupakan terobosan berbasis long-range quantum magnetometry yang mampu mendeteksi “sidik jari” elektromagnetik dari detak jantung manusia.
Kemampuan perangkat ini memungkinkan tim penyelamat melacak personel dengan presisi tinggi. Bahkan, target dapat ditemukan meski berada di balik beton tebal, reruntuhan, maupun bunker bawah tanah yang tidak bisa ditembus oleh pemindai panas konvensional.
Secara teknis, Ghost Murmur bekerja dengan menangkap fluktuasi medan magnet halus dari detak jantung manusia menggunakan sensor kuantum yang sangat sensitif.
Untuk mengatasi gangguan elektromagnetik di lingkungan sekitar,perangkat ini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) sebagai otak sistem. AI tersebut bertugas mengisolasi tanda unik detak jantung pilot dari kebisingan latar belakang secara real-time.
Sistem canggih ini dikembangkan oleh divisi skunk Works milik Lockheed Martin. Sebelum digunakan dalam operasi nyata, teknologi ini sempat diuji pada helikopter Black Hawk dan kini tengah dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam jet tempur F-35.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, targetnya adalah seorang pilot dengan kode nama “44 Bravo” yang bersembunyi di wilayah musuh.







