Jakarta – startup teknologi pembayaran, Netzme, terus berupaya memperkuat digitalisasi UMKM, khususnya bagi pengusaha perempuan Muslim.
Netzme mengembangkan solusi pembayaran berbasis QRIS dan QRIS TAP. Tujuannya adalah mentransformasi transaksi UMKM agar tidak hanya digital, tetapi juga aman, tercatat, dan berkelanjutan.
Kepala eksekutif Netzme, Vicky Ganda Saputra, mengatakan digitalisasi UMKM tidak cukup hanya menyediakan metode pembayaran nontunai.
“Pencatatan usaha juga sangat penting,” ujarnya, sabtu (17/1/2026).
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Netzme membangun ekosistem pembayaran terintegrasi. UMKM tidak hanya menerima pembayaran digital, tetapi juga didukung sistem operasional usaha yang memudahkan pengelolaan transaksi harian.
Netzme menghadirkan QRIS Soundbox Syariah (Bilal), perangkat notifikasi suara transaksi real-time hasil kolaborasi dengan Hijra Bank.
Perangkat ini diklaim membantu pelaku usaha memastikan kejelasan pembayaran,meminimalkan kesalahan transaksi,serta meningkatkan rasa aman dan kepercayaan antara penjual dan konsumen.
Upaya Netzme sejalan dengan agenda inklusi keuangan yang didorong Bank Indonesia.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengatakan kolaborasi antara regulator, industri, perbankan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mendukung digitalisasi UMKM.
“Kami berharap QRIS TAP memberikan alternatif cara pembayaran yang cepat,mudah,murah,aman,dan handal bagi masyarakat,” tuturnya.
Netzme mengimplementasikan ekosistemnya melalui Nusantara Modest Fashion Festival (Numofest) yang digelar pada 16 Januari hingga 1 februari 2026 di sembilan kota besar Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 UMKM, dengan seluruh transaksi menggunakan QRIS TAP, QRIS Soundbox Syariah (Bilal), dan Luna POS.







