Tutup
EkonomiPerbankanRegulasi

Perusahaan Perikanan Indonesia Lebarkan Sayap, Ekspor Makin Deras

181
×

Perusahaan Perikanan Indonesia Lebarkan Sayap, Ekspor Makin Deras

Sebarkan artikel ini
33-perusahaan-ri-kantongi-izin-ekspor-ikan-ke-korsel-dan-taiwan
33 Perusahaan RI Kantongi Izin Ekspor Ikan ke Korsel dan Taiwan

Jakarta – Kabar gembira untuk industri perikanan Tanah Air! Sebanyak 33 perusahaan perikanan Indonesia kini kantongi izin ekspor ke Korea Selatan dan Taiwan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut izin ini membuka lebar peluang peningkatan ekspor ikan Indonesia. Terutama menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang biasanya picu lonjakan permintaan.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) KKP,Ishartini,menjelaskan izin terbit usai serangkaian proses komunikasi dan inspeksi bersama otoritas negara tujuan.

“Kami terima notifikasi resmi dari otoritas Taiwan dan Korea Selatan tentang persetujuan approval number bagi 33 UPI baru,” ujar Ishartini dalam keterangan resmi, dikutip Senin (13/5/2024).

Dengan tambahan ini, total unit pengolahan ikan (UPI) Indonesia yang punya izin ekspor ke Korea Selatan jadi 710 perusahaan.Sementara, ke Taiwan mencapai 711 perusahaan.

Dari 33 perusahaan baru, 15 di antaranya dapat izin ekspor ke Korea Selatan. Beberapa di antaranya adalah PT Belawan Samudera Abadi, PT Muara Laut Sejahtera, PT Samudra Sinar Harapan, PT Kiu Kiu Fishery, dan PT Djakarta Mina Persada.

sementara itu, 18 perusahaan lain dapat izin ekspor ke Taiwan. Termasuk PT Samudra Sinar Harapan, PT muara Laut Sejahtera, PT Bahari Asnimindo Seafood, PT Kiu Kiu Fishery, dan PT Hasil Samudera Melimpah.

Ishartini optimistis, bertambahnya jumlah eksportir akan perkuat pasokan ikan indonesia ke Korea selatan dan taiwan. terutama saat permintaan meningkat jelang Imlek 2026.

Kinerja ekspor ikan Indonesia ke dua negara itu juga tunjukkan tren positif. Pada 2025, volume ekspor ke Korea Selatan capai 26.107 ton dengan nilai sekitar US$87,3 juta (setara Rp1,37 triliun).

Sementara itu, ekspor ke Taiwan tercatat sebesar 57.308 ton dengan nilai sekitar US$106,35 juta (sekitar Rp1,78 triliun).

“Komoditas unggulan untuk Korea Selatan di antaranya shrimp cracker pellets, rumput laut kering Eucheuma cottonii, surimi beku, dan udang beku Argentina. Sedangkan untuk Taiwan antara lain kerang hidup, cumi beku, daging perut nila beku, serta hard clam hidup,” jelas Ishartini.

Penerbitan approval number ini dilakukan setelah perusahaan penuhi standar sanitasi, higiene, serta prinsip keamanan pangan sesuai persyaratan negara tujuan. Proses pengajuan izin juga hanya dapat dilakukan melalui otoritas kompeten yang diakui oleh negara pengimpor.

sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tegaskan pemerintah terus dorong diversifikasi tujuan ekspor dan jenis komoditas perikanan. Hal itu dilakukan melalui penguatan sistem penjaminan mutu dari hulu hingga hilir, guna jaga daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.