Tutup
Teknologi

AMI Makassar Tingkatkan Kompetensi Pelaut dengan Simulator Canggih

228
×

AMI Makassar Tingkatkan Kompetensi Pelaut dengan Simulator Canggih

Sebarkan artikel ini
simulator-canggih-jadi-kunci-pelatihan-pelaut-masa-kini
Simulator Canggih Jadi Kunci Pelatihan Pelaut Masa Kini

Makassar – Politeknik Maritim AMI Makassar tingkatkan kualitas pendidikan calon pelaut dengan memanfaatkan teknologi simulator. Simulator ini memberikan gambaran nyata kondisi pelayaran tanpa harus langsung ke laut.

Penggunaan simulator menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor transportasi laut. teknologi ini membantu peserta memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi saat bekerja di kapal.

Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar,Amrin,menegaskan bahwa simulator bukan sekadar pelengkap.

“Kami menerapkan standar STCW secara konsisten dengan melengkapi politeknik menggunakan simulator berkualitas tinggi yang bisa dipakai untuk pelatihan dan asesmen,” ujarnya.

Simulator membuat proses pendidikan lebih terukur. Kemampuan taruna dapat dievaluasi melalui simulasi yang mendekati kondisi nyata, sehingga meningkatkan kesiapan lulusan.

Jenis simulator yang digunakan pun beragam, mulai dari simulasi dasar hingga sistem dengan teknologi lanjutan. Perkembangan ini mencerminkan adaptasi pendidikan maritim terhadap kemajuan teknologi global.

MultiIntegra Technology Group telah bekerja sama dengan Politeknik Maritim AMI Makassar selama lebih dari 15 tahun dalam penyediaan teknologi pelatihan.

CEO multiintegra Technology Group, Aloys Sutarto, menjelaskan bahwa perusahaannya menyediakan berbagai jenis simulator, dari part task hingga mixed reality. Tujuannya agar lembaga pendidikan bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

Menurut Aloys,teknologi simulator terus berkembang seiring perubahan di sektor maritim. Penerapannya perlu disesuaikan agar tidak membebani lembaga pendidikan.

Penggunaan simulator dinilai relevan dengan tantangan masa depan transportasi laut, seperti isu keberlanjutan, digitalisasi, dan otomasi. Hal ini mendorong dunia pendidikan untuk terus menyesuaikan metode pelatihan.