Jakarta – penggunaan earphone atau headphone secara berlebihan ternyata bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Dokter spesialis THT-KL, Harim Priyono, mengingatkan bahaya paparan suara keras dalam waktu lama.
Gangguan pendengaran akibat bising (NIHL) bahkan bisa bersifat permanen.
“Kalau kita menggunakan earphone atau headphone akan ada paparan bising,” ujar Harim, Jumat (6/3/2026).
Gangguan yang ditimbulkan bukan tipe konduktif, tetapi sensori neural dan sifatnya permanen.
harim menjelaskan, gangguan sensori neural terjadi pada sel rambut di koklea atau rumah siput di telinga dalam. Kerusakan ini tidak dapat diperbaiki.
Ia menyarankan masyarakat mengikuti aturan penggunaan perangkat audio dengan prinsip 60-60.
Volume maksimal yang dianjurkan adalah 60 persen dari kapasitas perangkat. Penggunaan sebaiknya tidak lebih dari 60 menit secara terus menerus.
“Setelah 60 menit sebaiknya diberi waktu istirahat sekitar 15 menit atau lebih sebelum digunakan kembali,” katanya.
Teknologi bone conduction earphone dapat menjadi alternatif yang lebih aman. Perangkat ini menghantarkan suara melalui getaran tulang.
Dengan mekanisme tersebut, suara tidak mengalami proses penguatan alami yang biasanya terjadi di liang telinga, gendang telinga, dan tulang pendengaran.
Risiko kerusakan akibat paparan suara keras dapat berkurang dibandingkan penggunaan earphone biasa.
Namun, harim menegaskan penggunaan perangkat audio tetap perlu dibatasi agar kesehatan pendengaran tetap terjaga.






