Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Jepang Aktifkan Kembali Impor Minyak Rusia untuk Energi

63
×

Jepang Aktifkan Kembali Impor Minyak Rusia untuk Energi

Sebarkan artikel ini
ancaman-krisis-energi,-jepang-aktifkan-kembali-kerja-sama-minyak-rusia
Ancaman Krisis Energi, Jepang Aktifkan Kembali Kerja Sama Minyak Rusia

Jakarta – Jepang mulai mengimpor minyak mentah dari Rusia untuk memastikan pasokan energi Negeri Sakura tetap tercukupi.Langkah ini menjadi yang pertama sejak 2022, setelah jalur distribusi minyak di Selat Hormuz ditutup.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri jepang (METI) melalui perusahaan penyulingan taiyo Oil telah mengamankan minyak mentah dari proyek Sakhalin-2, menurut laporan kantor berita Kyodo news, Selasa (28/4).

Proyek itu merupakan kerja sama pengembangan minyak dan gas alam di Timur Jauh Rusia. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal tanker yang berangkat dari Sakhalin akhir bulan lalu melalui kontrak spot, yakni kesepakatan jual beli untuk pengiriman dan pembayaran segera.

Minyak mentah tersebut diperkirakan tiba di kilang milik Taiyo Oil di Prefektur Ehime paling cepat pada Rabu malam.

Sebagai informasi, proyek sakhalin-2 dipimpin perusahaan energi milik negara Rusia, Gazprom, yang memproduksi gas alam cair (LNG) dan minyak mentah. Pusat kegiatan penambangan berada di lapangan gas Lunskoye, lepas pantai timur laut Sakhalin.

Sementara itu, Mitsubishi Corporation dan Mitsui & Co. merupakan perusahaan asal Jepang yang turut terlibat dalam proyek tersebut melalui kepemilikan saham di Sakhalin-2.

“Impor minyak mentah Rusia ini merupakan bagian dari strategi Jepang untuk mendiversifikasi sumber pasokan minyak mentahnya,” demikian laporan Kyodo News.

Terkait detail pengiriman dan cadangan energi Jepang, kantor berita Rusia TASS mengungkapkan bahwa minyak yang dibeli dari Rusia diangkut oleh kapal tanker Voyager. Kapal itu diperkirakan tiba di pelabuhan Kikuma, Pulau Shikoku, pada Minggu (3/5).

Selanjutnya, kapal berbendera Oman tersebut akan mengirimkan minyak ke kilang Taiyo Oil yang berada di pulau yang sama.

“Jenis minyak yang dibeli adalah Sakhalin Blend. kami bekerja sama erat dengan pemerintah Jepang terkait masalah ini,” kata perwakilan Taiyo Oil kepada TASS.

Sementara itu, pemerintah Jepang pada Jumat mengumumkan telah memulai pelepasan tambahan cadangan minyak nasional dari pangkalan minyak di prefektur Ibaraki.Jumlah yang dilepaskan setara konsumsi domestik selama 20 hari.

Sebanyak 10 pangkalan di seluruh negeri akan merilis total 5,8 juta kiloliter secara bertahap.

Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Negeri Sakura berharap dapat memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan minyak mentah pada Mei ini melalui rute yang tidak melewati Selat Hormuz.

Dalam rapat menteri terkait situasi di Timur tengah pada 25 April,ia menyampaikan bahwa selain dari Timur Tengah dan Amerika Serikat,pasokan juga akan didatangkan dari Asia Tengah,Amerika Latin,dan Asia-Pasifik.

Keputusan pemerintah Jepang ini diambil setelah sebelumnya melepas cadangan negara sebesar 50 hari untuk menstabilkan pasokan energi nasional, menyusul konflik yang terjadi di Asia Barat.