Jakarta – Astra Infra, pengelola Tol Tangerang-Merak, telah mengidentifikasi penyebab utama kemacetan yang sering terjadi di ruas tol tersebut saat mudik Lebaran. Hambatan penyeberangan di pelabuhan Merak menjadi salah satu faktor krusial.
Group Chief Operating Officer (COO) Astra Infra, Billy Perkasa Kadar, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi penyebab utama terhambatnya proses penyeberangan Merak-Bakauheni.
Selain cuaca, pemudik yang datang tanpa tiket juga memperparah kemacetan.
Untuk mengatasi masalah ini, Astra Infra berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), pengelola Pelabuhan Merak.
Kini,pembelian tiket penyeberangan dapat dilakukan di rest area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak melalui aplikasi Ferizy.
Sistem ini menggunakan teknologi geofencing,membatasi pembelian hanya di dua lokasi tersebut.
“Kita menyediakan penjualan tiket melalui aplikasi Ferizy di rest area KM 68 dan KM 43 dan ada geofencing. Jadi, kalau misalnya lewat dari KM tersebut tidak bisa beli,” jelas Billy.
Jika terjadi penumpukan di Pelabuhan Merak, Astra Infra dan ASDP menyiapkan kantung parkir di sekitar pelabuhan.
kantung parkir ini berfungsi menampung kendaraan yang akan menyeberang,mencegah antrean meluber ke jalan tol.
Astra Infra dan kepolisian juga menyiapkan skema delay system jika terjadi antrean panjang menuju Pelabuhan Merak.
Dalam skema ini, kendaraan akan ditampung sementara di rest area KM 43 dan KM 68 jika terjadi kepadatan di pelabuhan.
“Jika ada kemacetan dan itu tidak tertampung dengan kantung-kantung parkir di sekitar pelabuhan,nanti akan ditampung dulu di rest area di KM 68 dan KM 43,” pungkas Billy.







