Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Pasokan BBM Nasional Aman, Pemerintah Terus Tingkatkan Kapasitas

208
×

Pasokan BBM Nasional Aman, Pemerintah Terus Tingkatkan Kapasitas

Sebarkan artikel ini
bahlil-buka-suara-soal-stok-bbm-nasional-di-tengah-perang-iran-vs-as
Bahlil Buka Suara soal Stok BBM Nasional di tengah Perang Iran vs AS

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk tidak panik terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman.

Bahlil menjelaskan produksi dan distribusi BBM terus berjalan. Ia mengakui kapasitas tangki penyimpanan BBM di dalam negeri terbatas.

Pernyataan ini disampaikan menyusul situasi di Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, yang terganggu akibat konflik Iran vs Amerika Serikat-Israel. Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.

“Kapasitas tampung tangki timbun BBM kita tidak lebih dari 25 hari. Stok yang tersedia saat ini cukup untuk 23 hari. Ini bukan berarti stok akan habis dalam 23 hari, melainkan kapasitas tampungnya,” jelas Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke kementerian ESDM, dikutip Rabu (11/3).

Bahlil mengumpamakan stok BBM seperti toren air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang.

“Jika stok BBM keluar selama 3 hari,produksi di kilang akan mengisi kembali stok tersebut. Seperti toren air di rumah, saat dipakai mandi, mesin akan memompa air lagi. Jadi,jangan khawatir stok akan habis dalam 21 hari,” tegasnya.

Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis. Setiap hari, BBM didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pasokan baru terus masuk dari produksi kilang dalam negeri dan impor.

Pasokan BBM juga tidak hanya bergantung pada satu sumber. Selain produksi kilang dalam negeri, impor dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut memperkuat ketersediaan BBM.

“Situasi ini aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz,” imbuhnya.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM hingga mampu menampung stok untuk tiga bulan, sesuai standar nasional. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.