Surabaya – Kabar baik untuk warga Jawa Timur! Perum Bulog Kantor Wilayah jatim memastikan stok beras dan minyak goreng subsidi, Minyakita, aman hingga Lebaran 2026.
Kepala Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa saat ini stok beras mencapai 1 juta ton.
Sementara itu, stok Minyakita berada di angka 2,1 juta liter.
Jumlah ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Untuk stok beras dan Minyakita dipastikan aman untuk menghadapi Lebaran. Yaitu 1 juta ton untuk beras dan minyak stok sekitar 2,1 juta liter,” kata Langgeng, Sabtu (14/3).
Langgeng menjelaskan, ketahanan stok ini didukung oleh serapan gabah dan distribusi komoditas sejak awal tahun.
Hingga saat ini, serapan gabah di Jatim mencapai 588.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 300.000 ton beras.
“Capaian ini merupakan jumlah tertinggi seluruh Indonesia dengan kontribusi 32 persen dari capaian nasional sebesar 1.818.000 GKP atau 950.000 ton setara beras per hari ini,” ujarnya.
Bulog Jatim juga mencatat serapan jagung pipil kering sebesar 40.796 ton,sekitar 40 persen dari target tahunan 100.000 ton.
Serapan jagung ini tertinggi di Indonesia dan akan dialokasikan untuk program SPHP jagung.
Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga pakan ternak, yang berdampak pada harga telur dan daging ayam.
Sejak Januari 2026, Bulog Jatim telah menyalurkan 42.000 ton beras SPHP dan 9 juta liter MinyaKita.
Pendistribusian dilakukan melalui berbagai kanal, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar tradisional, dan Rumah Pangan Kita (RPK).
Bulog juga membeli langsung GKP dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Bagi yang panen silahkan kontak Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog di daerah masing-masing atau bisa melalui Babinsa dan Penyuluh pertanian setiap desa,” kata Langgeng.







