Tutup
EkonomiPerbankan

Ekonom Pantau Inflasi, Bisnis Tertekan: Ekonomi Indonesia Bergelut

226
×

Ekonom Pantau Inflasi, Bisnis Tertekan: Ekonomi Indonesia Bergelut

Sebarkan artikel ini
bagaimana-ekonom-melihat-ekonomi-ri-ke-depan?
Bagaimana Ekonom Melihat Ekonomi RI ke Depan?

Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyoroti kondisi ekonomi Indonesia terkini. Survei terbaru mereka menunjukkan belum ada peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

LPEM FEB UI baru saja merilis economic Experts Survey Semester I 2026. Survei ini melibatkan 85 ahli ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.

Survei ini merupakan putaran ketiga,setelah sebelumnya dilakukan pada Maret dan Oktober 2025.

Hasil survei menunjukkan bahwa 42 persen responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan stagnan dalam tiga bulan ke depan.

“Tingkat keyakinan para ahli berada di 7,47, menunjukkan ketidakpastian masih cukup tinggi,” tulis LPEM dalam laporan survei tersebut.

LPEM mencatat rata-rata respons -0,11, sedikit membaik dari survei sebelumnya yang berada di angka -0,13. Namun, perubahan ini dinilai terlalu kecil untuk memberikan dampak yang signifikan.

Mayoritas responden,yaitu 67 persen,menilai inflasi saat ini lebih tinggi dibandingkan tiga bulan lalu.

“Rata-rata penilaian mencapai +0,71, meningkat dari hasil survei sebelumnya yang berada di angka +0,47,” terang LPEM.

Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai karena kenaikan harga barang dan jasa dapat menggerus daya beli masyarakat.

Bahkan, 75 persen responden memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam tiga bulan ke depan.

“Rata-rata penilaian mencapai +0,91 dengan tingkat keyakinan 7,60, menunjukkan kekhawatiran yang menguat,” jelas LPEM FEB UI.

Beberapa ahli mengaitkan prospek ini dengan ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan pasar energi. Hal ini dapat mendorong kenaikan harga domestik.

Dari sisi lingkungan bisnis, 45 persen responden menilai kondisi saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu.

“Rata-rata penilaian tercatat -0,67, lebih rendah dari survei sebelumnya yang berada di angka -0,45,” ungkap LPEM.

Sebanyak 47 persen responden memperkirakan kondisi lingkungan bisnis akan tetap dalam tiga bulan ke depan. sementara itu, 46 persen ahli justru memperkirakan kondisi akan memburuk.

“Rata-rata respons tercatat -0,49, lebih tinggi dari survei sebelumnya yang berada di angka -0,28. Hal ini menunjukkan kekhawatiran para ahli terus menumpuk,” pungkas LPEM.