Tutup
EnergiPerbankan

Biofuel E20 Gantikan Pertalite, Pemerintah Genjot Produksi Etanol

198
×

Biofuel E20 Gantikan Pertalite, Pemerintah Genjot Produksi Etanol

Sebarkan artikel ini
minyak-mahal,-prabowo-dorong-biofuel-gantikan-pertalite-dan-pertamax
Minyak Mahal, Prabowo Dorong Biofuel Gantikan Pertalite dan Pertamax

Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempercepat hilirisasi biofuel sebagai alternatif pengganti bahan bakar Pertalite dan Pertamax. Langkah ini diambil di tengah melonjaknya harga minyak dunia.

Dorongan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian energi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang semakin meningkat.

Menteri pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, kebijakan ini adalah tindak lanjut dari arahan presiden saat rapat terbatas sebelum kunjungan ke Jepang dan Korea selatan.

“Beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas kita butuh langkah cepat,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30/3).

Pengembangan biofuel menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai kemandirian energi. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan yang diklaim telah menunjukkan hasil positif.

“Yang kedua adalah janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini kita tidak impor. Dan itu selesai. Sudah dua, selesai,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan bahan bakar berbasis etanol melalui program E20. Program ini merupakan campuran 20 persen etanol dalam bensin.

Bahan baku etanol akan berasal dari komoditas domestik seperti jagung, tebu, dan ubi.

“nah, yang ketiga, mimpi kita E20. Apa itu E20? Etanol campuran bensin 20 persen. Dari mana? Jagung, ubi, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia,” jelas Amran.

Amran menambahkan, etanol dapat dicampur dalam bensin dan digunakan secara fleksibel. Bahkan, kadar yang lebih tinggi telah diterapkan di negara lain.

“Ini adalah etanol. etanol itu dicampur dengan bensin 20 persen. Brasil sudah 27 persen,” ungkap Amran.

Ia juga menegaskan potensi penggunaan E20 sebagai pengganti bahan bakar bensin yang saat ini beredar di masyarakat.

“Ya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax),” tegasnya.

Amran menilai, pengembangan biofuel dan etanol menjadi momentum bagi indonesia untuk memperkuat ketahanan energi di tengah gejolak global. Pemerintah juga telah menyiapkan kolaborasi antar-BUMN untuk mempercepat implementasi program tersebut.