Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Pabrik Pangan Tercekik, Kelangkaan Plastik Kemasan Harga Melambung

155
×

Pabrik Pangan Tercekik, Kelangkaan Plastik Kemasan Harga Melambung

Sebarkan artikel ini
bos-id-food-ngeluh-plastik-buat-kemasan-langka:-ini-krusial
Bos ID Food Ngeluh Plastik Buat Kemasan Langka: Ini Krusial

Jakarta – Kelangkaan plastik kemasan pangan menjadi persoalan serius yang dihadapi industri saat ini.

Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, bahkan secara terbuka menyampaikan keluhan terkait kesulitan ini saat rapat dengan Komisi IV DPR RI.Ghimoyo mengungkapkan, ID Food sebagai salah satu pemain utama di sektor pangan merasakan langsung dampak kelangkaan tersebut.

“Kami kesulitan yang sekarang lagi terasa di pihak kami sebagai pemain pangan,yaitu kesulitan kemasan,” ujarnya di Kompleks Parlemen,senayan,Jakarta,selasa (7/4).

Kondisi ini diperparah dengan pabrik-pabrik di Indonesia yang kini kesulitan mendapatkan biji plastik. Padahal, sebagian besar produk pangan sangat bergantung pada kemasan plastik.

Kebutuhan plastik sangat luas, mulai dari kemasan beras, minyak goreng, hingga karung pupuk.

“Ini lebih krusial karena ini seluruh pangan, seluruh pupuk, seluruh beras itu menggunakan karung plastik. Lalu, kemasan-kemasan kiloan, kemasan minyak goreng, juga menggunakan bahan yang sama,” jelasnya.

Kelangkaan dan kenaikan harga plastik ini dipicu oleh penutupan Selat Hormuz, yang berdampak pada biaya logistik dan energi. Pasokan bahan baku plastik selama ini banyak diimpor dari Timur Tengah.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, mengungkapkan bahwa produksi industri hulu plastik dalam negeri turun hingga sepertiga kapasitas.

Bahkan, beberapa pemasok dilaporkan berhenti berproduksi karena kekurangan bahan baku.

Harga plastik pun melonjak tajam. Di tingkat produsen, kenaikan berkisar 30-60 persen.

“Saya dapat info juga bahkan beberapa pedagang plastik itu menaikkan harga bisa sampai 100 persen karena mereka merasa stoknya terbatas, sementara dibutuhkan,” kata Adhi.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga plastik naik signifikan. Di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, harga berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan, mengalami kenaikan.

Mustaroh, seorang penjual es kelapa, mengaku semua jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga.

“Semua merk naik semua,” ujarnya.

Harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu,sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu,dan plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak.

“Ini saya beli langsung di toko plastik, kalau eceran pasti lebih mahal lagi,” ungkapnya.

meski biaya operasional meningkat, Mustaroh mengaku belum menaikkan harga jual es kelapa. “nggak (menaikkan harga es kelapa). Jadi ini kita udah aduh-aduhan banget,” pungkasnya.